
SERAYUNEWS – Jumlah alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan meningkat signifikan dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menyampaikan proyeksi tersebut. Ia menyebut total alumni berpotensi mencapai sekitar 70.000 orang.
Ia menyatakan itu dalam kegiatan Career Monitoring Alumni LPDP Program Beasiswa Prasejahtera secara daring melalui YouTube LPDP RI pada Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi memaparkan perkembangan jumlah alumni LPDP dalam lebih dari satu dekade terakhir.
“Kalau melihat yang sedang studi sekarang, dalam dua sampai tiga tahun ke depan total alumni bisa mendekati 70 ribu,” ujarnya dalam acara Career Monitoring Alumni LPDP Program Beasiswa Prasejahtera yang disiarkan melalui YouTube LPDP RI, Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan, saat ini terdapat sedikitnya 38.000 penerima beasiswa yang masih aktif menjalani studi. Jumlah tersebut bahkan belum termasuk peserta dari kementerian lain seperti Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dengan melihat angka mahasiswa aktif tersebut, LPDP memperkirakan dalam dua hingga tiga tahun ke depan jumlah alumni akan kembali meningkat tajam hingga mendekati 70.000 orang.
Berdasarkan data Kilas Kinerja LPDP 2025, hingga 30 November 2025 tercatat sebanyak 58.360 orang telah menerima beasiswa LPDP sejak program ini diluncurkan pada 2013. Dari total tersebut, sebanyak 31.572 orang telah menyelesaikan studi dan resmi menjadi alumni.
Sementara itu, 19.686 orang masih menjalani pendidikan, dan sisanya berada dalam tahap persiapan studi.
Dengan jumlah mahasiswa aktif yang cukup besar, penambahan alumni akan terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang, seiring selesainya masa studi para penerima beasiswa tersebut.
Data ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2019 jumlah alumni baru mencapai 11.000 orang. Lalu, dalam waktu lima tahun angka tersebut melonjak menjadi 34.000 orang pada 2025.
Kenaikan ini mencerminkan percepatan distribusi manfaat program beasiswa pemerintah kepada masyarakat Indonesia.
Dalam paparannya, Dwi Larso juga menyoroti kondisi sumber daya manusia Indonesia, khususnya dari sisi jumlah lulusan magister (S2) dan doktor (S3) dibandingkan total populasi.
Ia menyebut Indonesia masih tertinggal cukup jauh dari sejumlah negara lain dalam hal proporsi lulusan pendidikan pascasarjana.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kualitas seleksi LPDP saat ini jauh lebih baik daripada periode awal penyelenggaraan program, seperti pada 2013, 2016, maupun 2017.
Sistem seleksi semakin ketat, transparan, serta mampu menjaring kandidat yang memiliki kompetensi akademik dan komitmen kontribusi bagi bangsa.
Peningkatan mutu proses seleksi ini akan berdampak langsung pada kualitas lulusan. Jadi, alumni LPDP tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor strategis.
Program LPDP merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam memperkuat pembangunan berbasis sumber daya manusia.
Melalui pembiayaan pendidikan jenjang S2 dan S3 di dalam maupun luar negeri, negara berupaya mencetak generasi profesional, peneliti, akademisi, serta pemimpin masa depan.
Dengan proyeksi alumni mencapai 70.000 orang dalam dua hingga tiga tahun mendatang, LPDP menjadi investasi jangka panjang. Hasilnya akan terasa dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, riset, industri, hingga pemerintahan.
Lonjakan jumlah alumni ini sekaligus menjadi indikator bahwa program beasiswa negara terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Pemerintah berharap, semakin banyak lulusan yang kembali dan berkarya di Indonesia akan semakin mempercepat transformasi pembangunan nasional berbasis pengetahuan dan inovasi.***