
SERAYUNEWS – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amalan.
Periode ini diyakini sebagai waktu paling utama dalam bulan suci karena terdapat malam istimewa yang dikenal sebagai Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan.
Pada Ramadan 2026, sepuluh malam terakhir menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah.
Banyak umat Islam memanfaatkan waktu ini untuk melakukan berbagai amalan, termasuk melaksanakan iktikaf di masjid serta memperbanyak doa dan dzikir.
Sepuluh malam terakhir Ramadan dimulai pada malam ke-21 Ramadan. Pada periode tersebut, umat Islam biasanya mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat dan menggantinya dengan berbagai ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta berdzikir menjadi aktivitas yang banyak dilakukan selama malam-malam tersebut.
Peningkatan ibadah ini tidak hanya bertujuan untuk memperoleh pahala, tetapi juga menjadi sarana memperbaiki diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan menjaga niat yang tulus serta memperbanyak istighfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah.
Lalu, apa saja amalan yang bisa dilakukan pada malam Lailatul Qadar?
Salah satu amalan yang banyak dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan adalah iktikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah.
Praktik ini meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang secara rutin melaksanakan iktikaf pada periode tersebut.
Melalui iktikaf, seorang Muslim dapat lebih fokus beribadah tanpa terganggu aktivitas duniawi. Selama berada di masjid, umat Islam biasanya mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta melaksanakan shalat sunnah.
Selain iktikaf, menjaga shalat berjamaah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan, khususnya shalat Isya dan Shubuh.
Dalam berbagai riwayat hadis disebutkan bahwa orang yang melaksanakan shalat Isya secara berjamaah seolah-olah telah menghidupkan setengah malam, sedangkan mereka yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah seakan telah menghidupkan seluruh malam dengan ibadah.
Karena itu, masjid-masjid biasanya dipenuhi oleh jamaah yang ingin memperbanyak ibadah pada malam hari.
Aktivitas tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga melibatkan keluarga yang ingin merasakan suasana ibadah yang lebih khusyuk di penghujung Ramadan.
Selain menjaga shalat berjamaah, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan shalat malam atau qiyamul lail. Ibadah ini dapat dilakukan melalui berbagai bentuk shalat sunnah seperti tahajud, witir, maupun shalat sunnah lainnya.
Shalat malam diyakini sebagai salah satu cara untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Selain shalat, doa juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada malam-malam terakhir Ramadan. Umat Islam dianjurkan memohon ampunan, rahmat, serta berbagai kebaikan kepada Allah SWT.
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca ketika mencari Lailatul Qadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Doa tersebut berarti memohon kepada Allah agar memberikan ampunan dan menghapus dosa-dosa hamba-Nya.
Doa dianggap sebagai bentuk penghambaan sekaligus harapan agar kehidupan menjadi lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.
Dzikir dan membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dzikir dapat dilakukan kapan saja, baik ketika duduk, beristirahat, maupun saat melakukan aktivitas ringan. Dengan memperbanyak menyebut nama Allah, umat Islam diharapkan dapat merasakan ketenangan batin serta meningkatkan keimanan.
Selain itu, membaca dan memahami Al-Qur’an memiliki keutamaan tersendiri, terutama karena kitab suci tersebut pertama kali diturunkan pada bulan Ramadan.
Banyak umat Islam memanfaatkan malam-malam terakhir untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an sekaligus merenungkan makna ayat-ayatnya.
Para ulama juga menekankan bahwa kualitas dalam membaca dan memahami Al-Qur’an lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah bacaan.
Dengan memahami isi Al-Qur’an, umat Islam diharapkan dapat mengambil pelajaran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain ibadah yang bersifat ritual, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan sosial seperti bersedekah.
Sedekah yang dilakukan pada malam hari diyakini memiliki nilai pahala yang sangat besar, terutama jika dilakukan pada malam Lailatul Qadar.
Banyak ulama menjelaskan bahwa pahala amal kebaikan pada malam tersebut dapat dilipatgandakan. Bahkan, sedekah yang dilakukan pada malam itu diyakini memiliki nilai seperti beramal selama puluhan tahun.
Karena itu, masyarakat dianjurkan tidak hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga memperhatikan kepedulian sosial kepada sesama.
Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari membantu orang yang membutuhkan, berbagi makanan untuk sahur dan berbuka, hingga menyalurkan bantuan kepada lembaga sosial.
Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Momentum ini dianggap sebagai kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperbanyak amal kebaikan sebelum berakhirnya bulan suci Ramadan.
Dengan memperbanyak ibadah dan amalan baik, umat Islam berharap dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar serta mendapatkan ampunan dari Allah SWT.