
SERAYUNEWS – Umat Islam meyakini bahwa terdapat satu malam yang memiliki kemuliaan luar biasa pada bulan Ramadan, yaitu malam Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar bagi umat Muslim adalah malam yang mulia karena ibadah yang dilakukan lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.
Karena keutamaannya yang besar, umat Muslim sebaiknya meningkatkan kualitas ibadah ketika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Pada periode inilah Lailatul Qadar terjadi, khususnya pada malam-malam ganjil.
Umat Muslim dapat melakukan banyak amalan pada malam tersebut, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa dan zikir, hingga melaksanakan salat malam. Salah satunya adalah salat sunah Lailatul Qadar.
Salat sunah ini dapat dilakukan pada saat setelah selesai melaksanakan salat isya dan tarawih, serta sepanjang malam hingga menjelang subuh.
Namun, banyak ulama menyebut bahwa ibadah ini lebih baik dilakukan pada sepertiga malam terakhir.
Oleh karena itu, sebagian umat Islam memilih melakukan salat tersebut pada waktu menjelang dini hari.
Salat Lailatul Qadar dapat dilakukan di rumah maupun masjid, serta dapat dilakukan secara sendiri maupun berjamaah.
Dalam pelaksanaannya, salat sunah ini dapat dikerjakan minimal dua rakaat dengan satu kali salam atau bisa juga empat rakaat satu kali salam.
Sebelum memulai salat, umat Islam sebaiknya membaca niat dalam hati ketika berdiri menghadap kiblat sebelum takbiratul ihram.
Berikut bacaan niat salat Lailatul Qadar dua rakaat.
Ushalli sunnatan fi lailatil qadri rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya, “Saya berniat melaksanakan salat sunah Lailatul Qadar dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Setelah membaca niat, lakukan sebagaimana salat sunah pada umumnya. Mulai dengan takbiratul ihram, lanjut baca doa iftitah dan surat Al-Fatihah.
Kemudian, baca surah Al-Ikhlas sebanyak tujuh kali, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kembali. Rangkaian ini berlanjut pada rakaat kedua yang kemudian berakhir dengan salam.
Setelah melakukan salat sunah, sebaiknya perbanyak zikir dan memohon ampun kepada Allah swt. Salah satu caranya dengan membaca istighfar sebanyak 70 kali.
Bacaan istighfar tersebut adalah, Astaghfirullaha wa atubu ilaih.
Artinya, “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
Adapula doa yang Nabi Muhammad saw. anjurkan, Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni ya karim.
Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”
Sebaiknya, baca doa tersebut pada malam-malam terakhir bulan Ramadan sebagai permohonan ampun kepada Allah Swt.
Terdapat keutamaan yang sangat besar dalam menghidupkan malam Lailatul Qadar, salah satunya adalah pahala yang berlipat ganda karena ibadah pada malam tersebut lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Allah juga menjanjikan ampunan dosa bagi orang-orang yang memanfaatkan malam tersebut dengan penuh keimanan.
Melalui berbagai amalan saat malam Lailatul Qadar, umat islam akan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt., serta memperoleh ketenangan batin.***