
SERAYUNEWS – Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadahnya.
Dalam tradisi keislaman, 10 hari pertama Ramadhan kerap disebut sebagai fase turunnya rahmat Allah SWT. Momentum ini menjadi pembuka dari rangkaian keutamaan bulan puasa yang penuh keberkahan.
Terdapat sebuah riwayat yang populer di tengah masyarakat mengenai pembagian Ramadhan menjadi tiga fase: awalnya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.
Meski riwayat tersebut dinilai dhaif oleh sebagian ulama, kandungannya tetap dapat diamalkan dalam konteks keutamaan amal (fadhailul a’mal).
Selain itu, banyak hadis sahih yang menegaskan besarnya keutamaan ibadah di bulan Ramadhan, di antaranya riwayat dari Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang ampunan bagi orang yang beribadah dengan iman dan mengharap pahala.
Pada fase awal Ramadhan ini, umat Islam dianjurkan membangun fondasi ibadah yang kuat agar semangatnya terus terjaga hingga akhir bulan.
Deretan Keutamaan 10 Hari Pertama Ramadhan
1. Bulan yang Dipenuhi Rahmat
Sepuluh hari pertama menjadi momentum turunnya kasih sayang Allah SWT. Umat Islam memanfaatkannya dengan memperbanyak amal saleh karena diyakini setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.
2. Tadarus Membuka Pintu Pahala
Membaca Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan sejak awal Ramadhan. Aktivitas tadarus bukan hanya meningkatkan kedekatan spiritual, tetapi juga memperluas peluang pahala.
Tradisi ini meneladani kebiasaan Nabi yang memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an saat Ramadhan.
3. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Awal Ramadhan juga dikenal sebagai waktu yang baik untuk memperbanyak doa. Doa orang yang berpuasa, terutama saat sahur dan menjelang berbuka, memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Karena itu, memperbanyak munajat menjadi langkah tepat untuk mengawali bulan suci.
4. Datangnya Petunjuk dan Kebaikan
Ibadah yang dilakukan secara konsisten di awal Ramadhan diyakini menjadi jalan turunnya hidayah. Semangat memperbaiki diri di fase ini sering kali menjadi titik balik spiritual bagi banyak orang.
5. Momentum Memperbanyak Sedekah
Ramadhan identik dengan kepedulian sosial. Memberi makan orang berbuka, membantu fakir miskin, hingga berdonasi menjadi bentuk nyata kepedulian yang pahalanya dijanjikan berlipat.
6. Dijauhkan dari Godaan Setan
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup pada bulan Ramadhan, sementara setan-setan dibelenggu. Kondisi ini memberi kesempatan lebih besar bagi umat Islam untuk fokus beribadah.
7. Seruan Malaikat untuk Berbuat Baik
Ramadhan juga digambarkan sebagai bulan agung ketika malaikat mendoakan dan menyeru manusia agar mendekat kepada kebaikan. Suasana spiritual ini terasa lebih kuat pada hari-hari pertama.
8. Penuh Keberkahan dan Keuntungan Spiritual
Keberkahan Ramadhan tidak hanya dalam bentuk pahala, tetapi juga ketenangan hati, kemudahan berbuat baik, serta hubungan sosial yang lebih harmonis.
Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Pertama Ramadhan
Mengawali Ramadhan dengan niat yang lurus menjadi kunci utama. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim ditegaskan bahwa setiap amal tergantung pada niatnya.
Selain itu, menjaga sunnah sahur sebagaimana anjuran Nabi juga menjadi bagian penting. Sahur mengandung keberkahan dan menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa lainnya.
Shalat lima waktu berjamaah semakin ditekankan selama Ramadhan. Ganjarannya lebih besar dibanding shalat sendirian. Begitu pula dengan shalat sunnah seperti tarawih, tahajud, dan dhuha yang dianjurkan untuk diperbanyak.
Tadarus Al-Qur’an menjadi amalan utama. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sehingga memperbanyak bacaan dan tadabbur ayat menjadi wujud penghormatan terhadap bulan suci.
Sedekah juga dianjurkan untuk ditingkatkan. Memberi makanan berbuka, bahkan sekadar air atau kurma, tetap bernilai pahala besar.
Selain itu, memperbanyak zikir, menahan diri dari ucapan sia-sia, serta menjauhi maksiat menjadi bagian dari menjaga kualitas puasa.
I’tikaf di masjid meski lebih populer di 10 hari terakhir, dapat mulai dibiasakan sejak awal Ramadhan. Aktivitas ini membantu meningkatkan fokus ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT.
Tidak kalah penting, memperbanyak doa dan qiyamul lail menjadi sarana mendekatkan diri dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Demikian informasi tentang amalan yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Ramadhan.***












