SERAYUNEWS – Setiap Hari Raya Idul Fitri, anak-anak sering kali menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari keluarga, kerabat, hingga tetangga.
Bagi mereka, momen ini tentu sangat menyenangkan karena mendapatkan uang tambahan yang bisa digunakan untuk membeli berbagai keperluan atau keinginan.
Mendapatkan THR saat Idul Fitri adalah kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak. Namun, sebagai orang tua, penting untuk membimbing mereka agar tidak boros dan mampu mengelola uang dengan baik.
Ajarkan anak mulai menabung demi manfaat jangka panjang. Berikut lima tips mengelola THR Lebaran anak agar lebih bermanfaat:
Menabung merupakan salah satu kebiasaan baik yang harus ditanamkan sejak dini. Orang tua bisa membantu anak memahami pentingnya menabung dengan membuka rekening tabungan khusus anak di bank.
Saat anak memiliki tabungan sendiri, mereka akan belajar bagaimana mengelola uang dan memahami bahwa menyimpan sebagian uang akan sangat berguna di masa depan.
Selain membuka rekening bank, menabung juga bisa dilakukan dengan cara tradisional, seperti menggunakan celengan atau menyimpan uang dalam dompet khusus. Orang tua bisa membuat target menabung bersama anak, misalnya menyisihkan 50% dari total THR yang diterima.
Selain menabung di bank, mengalokasikan uang THR anak untuk membeli emas adalah pilihan cerdas. Emas memiliki nilai yang stabil dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
Dengan begitu, uang anak tidak akan habis untuk hal-hal yang kurang penting, tetapi justru berkembang sebagai aset yang bermanfaat di masa depan.
Orang tua bisa mulai dengan membeli emas dalam pecahan kecil, seperti 0,5 gram atau 1 gram, yang bisa dibeli di toko emas atau platform investasi emas digital.
Ajarkan anak bahwa emas bukan sekadar perhiasan, tetapi juga merupakan investasi yang dapat berguna kelak.
Boleh saja membelanjakan sebagian THR untuk membeli barang yang diinginkan anak, tetapi pastikan untuk tetap mengutamakan kebutuhan. Misalnya, jika anak ingin membeli mainan, pastikan mainan tersebut bersifat edukatif dan bermanfaat untuk perkembangan mereka.
Orang tua juga bisa memberikan edukasi sederhana tentang konsep perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Dengan begitu, anak akan lebih bijak dalam membelanjakan uangnya dan tidak menghabiskan semua THR secara impulsif.
Mengajarkan anak untuk berbagi sejak dini merupakan nilai positif yang dapat membentuk karakter mereka menjadi lebih dermawan. Ajak anak untuk menyisihkan sebagian kecil dari THR yang diterima untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan, seperti ke panti asuhan atau masjid.
Dengan berbagi, anak akan belajar tentang empati dan kepedulian sosial. Hal ini juga membantu mereka memahami bahwa uang tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk membantu sesama.
Melibatkan anak dalam diskusi mengenai pengelolaan keuangan adalah langkah penting dalam mendidik mereka menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengatur uang.
Orang tua bisa mengajak anak untuk membuat perencanaan penggunaan THR mereka, seperti berapa yang akan ditabung, diinvestasikan, disedekahkan, dan dibelanjakan.
Diskusi ini juga bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk memberikan pemahaman sederhana tentang konsep finansial yang lebih luas, seperti pentingnya memiliki dana darurat, investasi, dan perencanaan keuangan sejak dini.
Dengan mengajarkan anak menabung, berinvestasi dalam bentuk emas, berbelanja dengan bijak, berbagi dengan sesama, serta berdiskusi mengenai pengelolaan keuangan, anak akan tumbuh dengan pemahaman yang lebih baik tentang finansial.
Dengan menerapkan tips di atas, uang THR anak tidak hanya sekadar habis untuk keinginan sesaat, tetapi juga dapat bermanfaat untuk masa depan mereka.
Orang tua memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan baik ini agar anak menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dalam mengelola keuangan mereka sejak dini.
***