
SERAYUNEWS – Berurusan dengan riset dan menyusun daftar pustaka kerap kali menjadi fase yang paling menguras air mata bagi mahasiswa. Menjawab keresahan tersebut, sebanyak 235 mahasiswa berkumpul di Aula Lantai 4 untuk mengikuti agenda Bimbingan Akademik UT Purwokerto pada Sabtu (18/4/2026).
Mengusung tajuk yang sangat relevan, “Smart Research & Smart Students: Strategi Riset & Sitasi Otomatis”, acara ini dirancang khusus sebagai “bengkel” akademik. Target utamanya adalah membekali mahasiswa dengan skill menyusun riset yang tajam, sekaligus menguasai cheat sheet sitasi otomatis yang bikin pengerjaan karya ilmiah jauh lebih praktis dan antilelet.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa komitmen kampus dalam mencetak lulusan jempolan tidak pernah main-main. Menurutnya, wadah Bimbingan Akademik UT Purwokerto ini akan terus digeber secara rutin untuk mendongkrak kualitas mahasiswa.
“Mulai dari menginjak semester satu, mahasiswa itu sudah harus akrab dengan dunia riset. Mereka wajib tahu cara meracik artikel, sampai akhirnya sanggup menelurkan karya ilmiahnya sendiri,” papar sosok yang akrab disapa Dr. Tami ini.
Ekspektasinya pun tidak sekadar lulus dan mendapat ijazah. Mahasiswa didorong agar mampu menyusun karya ilmiah bermutu yang layak tembus di jurnal tingkat nasional hingga internasional. Selain kaya akan ilmu, ajang ini juga dimanfaatkan peserta untuk memperluas networking lintas angkatan.
Agar wawasan peserta makin terbuka, agenda Bimbingan Akademik UT Purwokerto turut mengundang pakar dari kampus tetangga. Hadir sebagai pemateri utama, Dekan FPIK Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Ir. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., yang membedah tuntas urgensi publikasi akademik.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Prof. Endang mengingatkan bahwa keterampilan menulis adalah sebuah proses panjang yang harus terus dilatih. Ia mewanti-wanti agar mahasiswa tidak melihat proses penulisan ilmiah sekadar sebagai beban untuk menggugurkan tugas dosen.
“Menulis itu sebenarnya bentuk aktualisasi diri kita. Lewat rentetan tulisan, kita bisa menyebarkan gagasan, membagikan temuan penelitian, dan pastinya mewariskan manfaat besar bagi generasi setelah kita,” pesannya memotivasi para peserta.
Dengan bekal wawasan dari acara ini, mahasiswa UT Purwokerto kini diharapkan lebih percaya diri dan siap mengeksekusi tugas akhir maupun publikasi jurnal tanpa perlu lagi merasa pusing tujuh keliling.