Minggu, 5 Februari 2023

Antisipasi Peredaran Rokok Ilegal di Dunia Maya, Bea Cukai Purwokerto Gencarkan Crawling Medsos

Humas Bea Cukai Purwokerto, Tommy Pramugia Sofyar. (Foto: Hermiana E.Effendi)

Dalam 1-2 tahun mulai marak adanya peredaran rokok ilegal melalui dunia maya, seiring dengan perkembangan gaya hidup masyarakat yang serba online. Karenanya, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Purwokerto gencar melakukan crawling medsos sekaligus meningkatkan SDM pengawasan.


Purwokerto, serayunews.com

Humas Bea Cukai Purwokerto, Tommy Pramugia Sofyar, selaku Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, menyampaikan, SDM pengawasan secara nasional mendapat pelatihan terkait cara mengidentifikasi toko-toko yang menjual rokok ilegal di dunia maya. Mulai dari cara mengidentifikasi toko, lokasi, jasa titipan yang sering digunakan dan sebagainya. Hanya saja, seringkali para penjual rokok ilegal tersebut berganti-ganti akun serta pencantuman lokasi yang tidak valid.

“Kita ada program crawling medsos, terkait peredaran rokok ilegal di dunia maya, untuk personel dari pemkab selaku mitra kita dalam melakukan pengawasan, yaitu Satpol PP. Kita beri pelatihan sampai ke tingkat trantib di desa-desa,” jelasnya.

Tommy mencontohkan, untuk penjualan satu jenis rokok ilegal, gambar atau foto yang dipasang terkadang beda dengan nama produk yang disamarkan. Meskipun begitu, konsumen yang sudah menjadi pelanggan, biasanya sudah paham keyword produk tersebut.

“Kita sangat berkeinginan mengungkap jaringan peredaran rokok ilegal ini sampai ke hulu. Tetapi dari pihak market place sendiri banyak yang tidak bisa mendeteksi keberadaan toko. Apakah valid atau tidak dan pelaku juga kerap berganti-ganti akun,” katanya.

Sementara itu, Tommy juga menyatakan harapannya agar ke depan untuk sosialisasi cukai lebih banyak mendatangkan massa serta diisi dengan kegiatan yang lebih kreatif. Sehingga pesan benar-benar tersampaikan maksimal.

“Untuk sosialisasi di Banyumas sudah bagus, hanya lebih diperbanyak yang hadir saja,. Sedangkan untuk operasi penindakan, diharapkan tahun depan lebih ditingkatkan, termasuk dalam penyerapan dana bagi hasil cukai. Karena, sampai dengan November 2022, penyerapan baru 55,14% dari DBHCHT sebesar Rp1.316.775.580,” terangnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini