
SERAYUNEWS- Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen paling dinantikan umat Islam setiap bulan Ramadan.
Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini diyakini sebagai waktu turunnya keberkahan, ampunan, dan pahala yang berlipat ganda bagi setiap hamba yang beribadah dengan penuh keikhlasan.
Banyak umat Muslim bertanya-tanya kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi serta bagaimana cara meraih keutamaannya.
Sebab malam istimewa ini tidak disebutkan secara pasti tanggalnya dalam Al-Qur’an, melainkan dianjurkan untuk dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Keistimewaan malam ini membuat banyak orang berlomba-lomba memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah orang biasa yang penuh kekurangan juga bisa mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang memiliki kemuliaan luar biasa dalam Islam. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan, yang berarti amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut nilainya melebihi ibadah selama lebih dari 83 tahun.
Para ulama menjelaskan bahwa pada malam ini Allah menurunkan berbagai ketetapan takdir untuk satu tahun ke depan. Selain itu, malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan rahmat bagi orang-orang yang beribadah.
Karena keutamaannya yang sangat besar, Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Banyak orang merasa khawatir tidak cukup saleh untuk mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar. Padahal dalam ajaran Islam, kesempatan meraih malam tersebut terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Tidak ada syarat harus menjadi ulama atau ahli ibadah tertentu. Setiap Muslim yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan hati yang tulus berpeluang mendapatkan keberkahan malam tersebut.
Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa orang yang beribadah dengan penuh keikhlasan, meskipun hanya dengan doa dan zikir sederhana, tetap dapat meraih pahala Lailatul Qadar.
Berikut beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar:
1. Surah Al-Qadr Ayat 1
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”
2. Surah Al-Qadr Ayat 3
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya:
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
3. Surah Al-Qadr Ayat 4
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا
Artinya:
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya.”
4. Surah Ad-Dukhan Ayat 3
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.”
5. Surah Ad-Dukhan Ayat 4
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Artinya:
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”
Selain Al-Qur’an, Rasulullah juga memberikan petunjuk melalui hadis mengenai malam Lailatul Qadar.
Salah satu hadis yang diriwayatkan menyebutkan:
“Carilah malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis lain disebutkan:
“Barang siapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari)
Untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
1. Shalat malam (qiyamul lail)
2. Membaca Al-Qur’an
3. Memperbanyak doa dan istighfar
4. I’tikaf di masjid
5. Bersedekah
6. Berzikir dan memuji Allah
Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah untuk dibaca pada malam tersebut adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Beberapa ulama menyebutkan tanda-tanda malam Lailatul Qadar berdasarkan hadis dan pengalaman para ulama terdahulu.
Beberapa tanda yang sering disebut antara lain:
1. Malam terasa tenang dan damai
2. Udara tidak terlalu panas maupun dingin
3. Langit terlihat cerah
4. Matahari pagi hari terbit tanpa sinar menyilaukan
5. Hati terasa lebih khusyuk dalam ibadah
Namun tanda-tanda ini tidak selalu dirasakan semua orang, sehingga umat Islam tetap dianjurkan beribadah di setiap malam ganjil.
Para ulama menyebut malam Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Karena itu umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah sepanjang periode tersebut agar tidak melewatkan malam yang penuh kemuliaan.
Malam Lailatul Qadar merupakan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meraih ampunan dan pahala yang luar biasa besar. Dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, siapa pun memiliki peluang mendapatkan keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Kesungguhan hati, keikhlasan, dan konsistensi dalam beribadah menjadi kunci utama meraih keutamaan tersebut. Karena itu sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak amal dan memperbaiki hubungan dengan Allah.