
SERAYUNEWS – Polemik muncul setelah beredarnya foto pemasangan spanduk bertuliskan “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, Palestina.
Peristiwa ini langsung menuai reaksi keras dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Langkah tersebut dinilai bukan sekadar simbol biasa, melainkan bagian dari propaganda militer yang dianggap provokatif.
Lalu, apa sebenarnya arti spanduk “Rising Lion” tersebut dan mengapa menjadi sorotan? Berikut penjelasan lengkapnya.
Pemerintah Indonesia memberikan respons tegas atas tindakan tersebut. Dalam pernyataan resmi, disebutkan:
“Indonesia mengecam keras dan memprotes pemasangan spanduk ‘Rising Lion’ oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” sebut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam pernyataan melalui platform X, Rabu (22/4).
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Indonesia melihat tindakan tersebut sebagai sesuatu yang serius dan tidak dapat diterima dalam konteks kemanusiaan.
Lebih lanjut, Indonesia juga menilai tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi:
“Penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit, terlebih dikaitkan dengan operasi militer tertentu, sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak bisa dibenarkan.”
Spanduk “Rising Lion” yang dipasang di reruntuhan rumah sakit bukanlah tulisan tanpa makna. Berdasarkan berbagai laporan, istilah tersebut digunakan sebagai nama operasi militer tertentu.
“Rising Lion” juga digunakan sebagai nama operasi militer Israel terhadap Iran pada Juni 2025.
Penggunaan istilah ini di lokasi sensitif seperti rumah sakit memperkuat kesan bahwa spanduk tersebut merupakan simbol kekuatan militer sekaligus pesan strategis.
Namun, ketika simbol tersebut ditempatkan di atas fasilitas sipil yang hancur, maknanya menjadi kontroversial.
Apalagi lokasi yang dipilih adalah Rumah Sakit Indonesia, yang dikenal sebagai simbol solidaritas kemanusiaan dari rakyat Indonesia untuk Palestina.
Ada beberapa alasan mengapa pemasangan spanduk ini memicu kecaman:
1. Lokasi yang sensitif
Rumah sakit merupakan fasilitas sipil yang seharusnya netral dan dilindungi dalam konflik bersenjata.
2. Simbol militer di ruang kemanusiaan
Menggunakan simbol operasi militer di tempat pelayanan kesehatan dianggap mencampuradukkan fungsi sipil dengan kepentingan militer.
3. Pesan psikologis
Spanduk tersebut dapat diartikan sebagai bentuk intimidasi atau pesan kekuatan kepada pihak tertentu.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan fasilitas kesehatan yang dibangun dari donasi masyarakat Indonesia.
Rumah sakit ini didedikasikan sepenuhnya untuk membantu warga Palestina, terutama di wilayah Gaza yang sering terdampak konflik.
“Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina,” tulis Kemlu RI.
Pernyataan ini menegaskan bahwa rumah sakit tersebut bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga simbol kepedulian dan solidaritas internasional.
Rumah Sakit Indonesia sendiri telah terdampak konflik berkepanjangan di wilayah Gaza.
Sejak Oktober 2023 hingga gencatan senjata pada Oktober 2025, fasilitas ini mengalami kerusakan akibat serangan militer.
Bahkan, direktur rumah sakit, dr. Marwan Al-Sultan, dilaporkan gugur akibat serangan terhadap kediamannya di Gaza barat pada Juli 2025.
Peristiwa ini semakin mempertegas betapa berat situasi yang dihadapi tenaga medis di wilayah konflik.
Dalam hukum humaniter internasional, rumah sakit dan fasilitas medis memiliki perlindungan khusus.
Artinya, tempat tersebut tidak boleh dijadikan target serangan maupun dimanfaatkan untuk kepentingan militer. Indonesia pun menegaskan pentingnya aturan ini:
“Indonesia menekankan bahwa rumah sakit dan seluruh fasilitas medis harus dihormati dan dilindungi sesuai hukum humaniter internasional.”
Selain itu, Indonesia juga mendesak agar ada pertanggungjawaban atas tindakan yang melanggar prinsip perlindungan sipil.
Kasus spanduk “Rising Lion” bukan hanya soal simbol, tetapi juga mencerminkan kompleksitas konflik yang terjadi.
Di satu sisi, ada kepentingan militer yang ingin menunjukkan kekuatan. Di sisi lain, ada nilai kemanusiaan yang seharusnya dijaga.
Bagi Indonesia, isu ini menjadi penting karena berkaitan langsung dengan kontribusi rakyatnya dalam membantu Palestina.
Rumah Sakit Indonesia bukan sekadar bangunan, tetapi representasi solidaritas dan empati.***