Sabtu, 18 September 2021

ASN Jateng Borong Cabai Petani

Asisten ekonomi dan pembangunan (Asekbang) Setda Provinsi Jateng membeli cabai sekitar 1,1 ton langsung dari petaninya

Perintah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar memborong cabai petani langsung ditindaklanjuti.


Semarang, Serayunews.com

Asisten ekonomi dan pembangunan (Asekbang) Setda Provinsi Jateng, Peni Rahayu mengatakan, usai mendapat perintah dari Ganjar, pihaknya langsung bergerak cepat. Hari itu juga, pihaknya langsung melakukan pembelian cabai.

“Kemarin Kamis kami langsung beli. Sudah ada 810 kilogram cabai yang kami beli dan akan terus berjalan,” ucapnya, Jumat (27/8/2021).

Hari ini pembelian cabai dari petani kembali dilakukan. Sebanyak 300 kilogram cabai kembali dibeli. Sehingga total sudah ada sekitar 1,1 ton cabai yang telah dibeli dari petani.

“Cabai yang dibeli dari petani itu dibagi menjadi paket-paket kecil. Satu paket berisi 1 kilogram cabai keriting dan 1 kilogram cabai rawit merah dijual seharga Rp20.000,” jelasnya.

Selain ASN di lingkungan Provinsi Jateng, Peni juga mengatakan aksi borong cabai dari petani juga akan dilakukan oleh ASN di daerah. Pj Sekda Jateng lanjut dia sudah mengeluarkan surat imbauan kepada bupati/wali kota terkait hal itu.

“Pak Sekda sudah mengeluarkan surat ke bupati/walikota terkait himbauan membeli cabai dari petani ini. Untuk Pemprov Jateng, pembelian cabai dari petani akan dikoordinasikan oleh Distanbun dan Dishanpan,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) memborong cabai dari petani. Pasalnya, harga cabai saat ini anjlok, hanya sekitar Rp7000 per kilogram.

“Tindakan cepat dibutuhkan untuk membantu para petani agar tidak merugi. Hari ini kita semua harus membantu petani, karena harga cabai sedang anjlok. Saya minta kawan-kawan ASN beli cabai dari petani ramai-ramai, untuk membantu mereka,” katanya pada Kamis (26/8/2021).

Aksi mengerahkan ASN membeli produk pertanian saat harga anjlok lanjut Ganjar sudah sering dilakukan di Jawa Tengah. ASN di Jateng lanjut dia sudah terbiasa dengan hal itu.

Meski begitu, Ganjar mengatakan harus ada tindakan jangka panjang agar kejadian serupa tak berlarut. Ia meminta semua pihak termasuk Bank Indonesia membantu.

“Di sini saya lihat ada dari BI, saya harap BI juga bisa membantu mengatasi persoalan ini. Sebab bicara soal komoditas pertanian, banyak makelarnya yang mengambil untung terlalu banyak, ini yang harus diatasi,” ucapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini