SERAYUNEWS – Perjalanan jauh menuju kampung halaman atau mudik Lebaran bisa menjadi tantangan, terutama bagi yang mengemudi dalam waktu lama. Salah satu risiko yang sering terjadi adalah microsleep.
Sebagai informasi, microsleep merupakan kondisi seseorang tertidur sesaat tanpa disadari. Meskipun berlangsung hanya beberapa detik, microsleep bisa berakibat fatal jika terjadi saat berkendara.
Agar perjalanan mudik Anda tetap aman dan nyaman, berikut beberapa cara efektif untuk mencegah microsleep.
Selain menerapkan berbagai trik di atas, penting untuk mengenali gejala awal microsleep agar bisa segera mengambil tindakan.
– Kelopak mata terasa berat dan sulit terbuka
– Sering menguap atau mengedipkan mata lebih lambat dari biasanya
– Kehilangan fokus pada jalan dan lingkungan sekitar
– Lupa dengan jarak tempuh terakhir atau melewatkan rambu lalu lintas
Jika mengalami salah satu tanda di atas, segera cari tempat aman untuk menepi dan beristirahat.
Kurangnya waktu tidur menjadi penyebab utama microsleep. Idealnya, seseorang membutuhkan waktu tidur antara 7 hingga 9 jam per malam agar tubuh tetap segar dan bugar.
Jangan memaksakan diri mengemudi dalam kondisi kurang tidur, apalagi mendekati jam istirahat alami tubuh. Jika merasa belum cukup tidur, lebih baik menunda perjalanan hingga kondisi benar-benar siap.
Mengemudi dalam waktu lama tanpa istirahat bisa membuat tubuh cepat lelah dan meningkatkan risiko microsleep.
Oleh karena itu, rencanakan pemberhentian setiap 2 hingga 3 jam sekali untuk beristirahat sejenak.
Manfaatkan rest area untuk meregangkan otot, berjalan kaki, atau bahkan tidur singkat selama 10 hingga 20 menit agar tubuh kembali segar.
Perjalanan jauh seorang diri cenderung lebih membosankan dan membuat kantuk lebih cepat datang. Sebisa mungkin, ajak anggota keluarga atau teman untuk menemani perjalanan.
Selain bisa bergantian menyetir, berbincang dengan penumpang lain dapat membantu menjaga konsentrasi dan mengurangi rasa kantuk.
Jika ada tanda-tanda microsleep, teman perjalanan juga bisa mengingatkan untuk segera berhenti dan beristirahat.
Mendengarkan musik bisa menjadi cara efektif untuk menjaga kewaspadaan selama perjalanan.
Pilih lagu-lagu yang memiliki tempo cepat atau suasana ceria untuk membantu mengusir kantuk. Alternatif lain, Anda juga bisa mendengarkan podcast dengan topik menarik agar tetap fokus.
Namun, pastikan volumenya tidak terlalu keras agar tetap bisa mendengar suara klakson atau peringatan dari kendaraan lain.
Apa yang Anda konsumsi sebelum dan selama perjalanan juga berpengaruh pada tingkat kewaspadaan.
Hindari makanan berat yang dapat menyebabkan kantuk, seperti nasi dalam porsi besar atau makanan berlemak.
Sebagai gantinya, konsumsi camilan sehat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, atau dark chocolate yang bisa membantu meningkatkan energi.
Pastikan juga tubuh tetap terhidrasi dengan minum cukup air putih, karena dehidrasi bisa membuat tubuh lebih cepat lelah.
Kesimpulan
Perjalanan mudik akan terasa lebih aman dan nyaman jika tubuh dalam kondisi prima.
Dengan tidur yang cukup, mengatur jadwal istirahat, mengajak teman perjalanan, mendengarkan musik, serta memperhatikan asupan makanan, Anda bisa menghindari risiko microsleep.
Jangan paksakan diri untuk terus mengemudi jika merasa lelah atau mengantuk.
Beristirahat sejenak jauh lebih baik daripada memaksakan perjalanan dalam kondisi tidak fokus. Semoga perjalanan mudik Anda lancar dan selamat sampai tujuan!***