
SERAYUNEWS – Memasuki hari ke-7 bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Rabu, 25 Februari 2026, umat Islam kembali diingatkan untuk memaksimalkan waktu-waktu utama dalam beribadah, khususnya selepas salat Subuh.
Momen fajar dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan dzikir karena memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Selain menjalankan ibadah puasa, menghidupkan pagi hari dengan amalan sunnah menjadi cara efektif untuk memperkuat keimanan dan menenangkan hati.
Berikut rangkuman doa Ramadhan hari ke-7 lengkap dengan panduan dzikir setelah salat Subuh beserta keutamaannya.
Anjuran berdzikir pada waktu pagi dan petang ditegaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Ahzab ayat 41–42 yang memerintahkan orang beriman untuk mengingat Allah sebanyak-banyaknya serta bertasbih di waktu pagi dan petang.
Waktu pagi yang dimaksud ulama adalah rentang setelah salat Subuh hingga matahari terbit. Pada waktu inilah pahala dan keberkahan diyakini lebih besar.
Pada hari ketujuh Ramadan, umat Muslim dianjurkan membaca doa khusus yang berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dalam menjalankan puasa dan ibadah lainnya.
Adapun doa tersebut berbunyi:
Arab:
اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ
Artinya:
“Ya Allah, bantulah aku pada bulan ini untuk melaksanakan puasa dan ibadah malamnya. Jauhkan aku dari kesalahan dan dosa di dalamnya, serta anugerahkan kepadaku kesempatan untuk senantiasa mengingat-Mu dengan taufik-Mu, wahai Dzat yang memberi petunjuk kepada orang-orang yang tersesat.”
Doa ini mencerminkan permohonan komprehensif, bukan hanya agar kuat berpuasa, tetapi juga dijauhkan dari kekhilafan serta dimudahkan dalam berdzikir sepanjang waktu.
Selepas salat Subuh, umat Islam dianjurkan untuk tidak langsung beranjak dari tempat salat. Mengisi waktu dengan dzikir menjadi amalan yang sangat dianjurkan dalam berbagai hadis.
Beberapa bacaan yang dapat diamalkan antara lain:
Pertama, membaca istighfar sebanyak tiga kali sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.
Kedua, membaca doa “Allahumma antas-salaam wa minkas-salaam…” yang diriwayatkan dalam hadis sahih. Bacaan ini mengandung pengakuan bahwa Allah adalah sumber keselamatan.
Selanjutnya, khusus setelah salat Subuh, dianjurkan membaca kalimat tauhid:
“Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu…” sebanyak sepuluh kali. Dzikir ini menegaskan keesaan Allah dan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu.
Setelah itu, membaca doa perlindungan dari api neraka sebanyak tujuh kali:
“Allahumma ajirnii minan-naar.”
Dzikir lain yang dianjurkan adalah membaca rangkaian kalimat tauhid yang lebih panjang, diikuti doa:
“Allahumma laa maani‘a limaa a‘thaita…”
Kemudian membaca Ayat Kursi, doa “Allahumma a‘innii ‘alaa dzikrika…”, serta tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali yang ditutup dengan kalimat tauhid.
Sebagai penyempurna, dianjurkan pula membaca tiga surat terakhir Al-Qur’an, yakni Al-Qur’an surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Terdapat sejumlah hadis yang menjelaskan keutamaan luar biasa bagi mereka yang berdzikir setelah Subuh.
Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi disebutkan bahwa siapa yang salat Subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir hingga matahari terbit dan melanjutkan dengan salat dua rakaat, maka ia memperoleh pahala seperti haji dan umrah yang sempurna.
Hadis lain menyebutkan bahwa dzikir di pagi hari dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa meskipun sebanyak buih di lautan.
Bahkan, terdapat riwayat yang menerangkan bahwa amalan tersebut menjadi pelindung dari api neraka.
Keutamaan ini menunjukkan bahwa dzikir bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperbaiki kualitas spiritual seorang Muslim.
Semoga doa dan dzikir yang dipanjatkan pada hari ke-7 Ramadan ini menjadi wasilah turunnya rahmat, ampunan, dan perlindungan dari Allah SWT.***