
BANYUMAS, SERAYUNEWS — Aktivitas membakar sampah diduga memicu kebakaran yang merusak rumah warga di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jumat (28/8/2026). Api yang berasal dari sekitar kandang kambing kemudian merembet ke bangunan rumah.
Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material sekitar Rp57 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, mengatakan petugas menerima laporan melalui Call Center Damkar Banyumas sekitar pukul 10.46 WIB.
Regu 2 Pos DamkarTan Induk langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 10.49 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 11.10 WIB dan segera melakukan pemadaman serta pendataan.
Berdasarkan laporan petugas, Sunarko (39) pertama kali melihat kobaran api yang merembet ke rumah milik Sito Sutardi (70).
Petugas menduga api berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan di dekat kandang kambing milik Eko (30).
Api kemudian cepat membesar karena bangunan di sekitar lokasi merupakan bangunan semi permanen. Sebagian bangunan menggunakan material kayu yang mudah terbakar.
Melihat api semakin membesar, Sunarko meminta bantuan Mukhayat (51) untuk menghubungi Call Center Damkar Banyumas.
Regu 2 Pos DamkarTan Induk kemudian melakukan pemadaman di lokasi. Petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api setelah melakukan penanganan.
Kebakaran menyebabkan kerugian material pada dua pemilik. Rumah milik Sito Sutardi mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian mencapai Rp50 juta.
Sementara itu, Eko mengalami kerugian setelah tiga ekor kambing miliknya terdampak kebakaran. Kerugian tersebut diperkirakan mencapai Rp7 juta.
Dengan demikian, total kerugian akibat kebakaran di Sokawera, Cilongok, diperkirakan mencapai Rp57 juta. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Dalam proses penanganan, petugas Damkar mendapat dukungan dari TRC Cilongok, Mitra Damkar, Polsek Cilongok, dan warga sekitar.
Petugas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membakar sampah, terutama jika aktivitas tersebut dilakukan di dekat rumah, kandang ternak, atau bangunan yang menggunakan material mudah terbakar.
Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet apabila tidak diawasi. Karena itu, masyarakat perlu memastikan api benar-benar padam setelah aktivitas pembakaran sampah selesai.