
MANCHESTER, SERAYUNEWS – Manchester United kembali tampil di panggung UEFA Champions League (UCL) pada musim 2026-27 setelah sempat absen dari kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.
Kembalinya Setan Merah ditandai dengan diumumkannya daftar lawan yang akan dihadapi pada fase liga atau League Phase. Manchester United dijadwalkan memainkan delapan pertandingan menghadapi delapan klub berbeda dalam format baru Liga Champions.
Dari delapan pertandingan tersebut, empat laga akan berlangsung di kandang sendiri, Stadion Old Trafford. Sementara empat pertandingan lainnya mengharuskan Manchester United melakukan perjalanan ke markas lawan di sejumlah negara Eropa.
Format tersebut membuat setiap pertandingan memiliki arti penting bagi perjalanan Manchester United. Tim asal Inggris itu tidak lagi berada dalam satu grup kecil seperti format Liga Champions sebelumnya, melainkan langsung berhadapan dengan delapan tim yang berbeda.
Empat pertandingan kandang Manchester United akan mempertemukan mereka dengan sejumlah klub besar Eropa. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Bayern Munchen.
Raksasa Bundesliga tersebut akan bertandang ke Old Trafford dan menjadi salah satu ujian terberat bagi Manchester United pada fase liga. Duel kedua klub juga memiliki sejarah panjang di kompetisi Eropa sehingga pertemuan kembali keduanya berpotensi menghadirkan pertandingan dengan tensi tinggi.
Selain Bayern, Manchester United juga akan menjamu AS Roma. Wakil Italia tersebut akan membawa karakter permainan khas Serie A ke markas Setan Merah.
Dua lawan lainnya yang akan bertanding di Old Trafford adalah RB Leipzig dan Sabah. Leipzig merupakan salah satu klub yang dalam beberapa musim terakhir berkembang menjadi kekuatan penting di sepak bola Jerman.
Sementara itu, Sabah menjadi lawan lain yang akan dihadapi Manchester United dalam rangkaian pertandingan kandang fase liga.
Dengan empat pertandingan dimainkan di hadapan pendukung sendiri, Manchester United memiliki peluang untuk mengamankan poin penting sebelum menghadapi rangkaian pertandingan tandang yang tidak kalah berat.
Tantangan lebih berat akan menanti Manchester United ketika harus meninggalkan Old Trafford. Salah satu lawan tandang yang akan dihadapi adalah Atletico Madrid.
Pertandingan melawan klub asal ibu kota Spanyol tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling sulit dalam perjalanan Manchester United di fase liga. Atletico dikenal memiliki karakter permainan yang disiplin serta kuat ketika bermain di hadapan pendukungnya.
Selain Atletico, Manchester United juga dijadwalkan bertandang ke Portugal untuk menghadapi Sporting CP.
Perjalanan Setan Merah kemudian berlanjut ke Spanyol untuk menghadapi Villarreal. Klub yang dikenal dengan julukan Kapal Selam Kuning tersebut akan menjadi lawan tandang kedua Manchester United di Spanyol.
Satu pertandingan tandang lainnya mempertemukan Manchester United dengan Como 1907 di Italia. Dengan demikian, Setan Merah harus menjalani perjalanan ke tiga negara berbeda dalam rangkaian empat laga tandang mereka.
Format fase liga Liga Champions musim 2026-27 membuat Manchester United harus mampu mengumpulkan poin sebanyak mungkin dari delapan pertandingan yang tersedia.
Empat laga kandang menjadi kesempatan bagi Setan Merah untuk memanfaatkan dukungan penuh publik Old Trafford. Namun, pertandingan melawan klub-klub dengan pengalaman besar di kompetisi Eropa membuat tugas tersebut tetap tidak mudah.
Di sisi lain, empat laga tandang akan menguji kemampuan Manchester United mempertahankan konsistensi ketika bermain di luar Inggris. Atletico Madrid, Sporting CP, Villarreal, dan Como 1907 menjadi lawan yang harus dihadapi di markas masing-masing.
Hasil dari seluruh pertandingan tersebut akan menentukan posisi Manchester United dalam klasemen fase liga sekaligus peluang mereka melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya.
Setelah lama tidak merasakan atmosfer Liga Champions, Manchester United kini kembali dengan tantangan baru. Delapan pertandingan di fase liga akan menjadi ujian awal bagi Setan Merah untuk membuktikan kembali kemampuan mereka bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa. (reza nugraha)