
SERAYUNEWS – Cuaca ekstrem melanda wilayah atas Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (14/1/2026). Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu tanah longsor dan banjir akibat luapan sungai di Kecamatan Pejawaran serta berdampak pada ratusan warga.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Melikan, Desa Giritirta, tepatnya di RT 03 RW 01 dan RT 03 RW 02.
Peristiwa tersebut dipicu hujan deras yang turun terus-menerus sejak pukul 16.00 WIB, hingga menyebabkan tebing di sekitar permukiman warga runtuh.
“Akibatnya, sebanyak 48 kepala keluarga dengan 165 jiwa harus mengungsi ke rumah saudara terdekat,” ujarnya.
Selain itu, longsor juga merusak tiga rumah hingga rusak berat, masing-masing milik Miarjo, Tanto, dan Prayit (1 KK, 2 jiwa). Sementara dua rumah lainnya, milik Hairudin dan Toharjo, mengalami rusak ringan.
Material longsor juga menimbun satu unit sepeda motor, merusak jalan usaha tani, serta menyebabkan seorang anak berusia 10 tahun bernama Vida mengalami luka ringan dan trauma.
Tak hanya longsor, hujan deras juga menyebabkan Sungai Sak-sak di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, meluap hingga menggenangi permukiman warga. Ketinggian air dilaporkan mencapai selutut orang dewasa.
Banjir tersebut berdampak pada sembilan rumah warga, yakni milik Robi, Tarsono, Tunut, Hadin, Johan, Noto, Naryo, Purnomo, dan Badar. Puluhan warga terdampak, termasuk balita dan lansia.
Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya memilih bertahan di lantai dua rumah atau belum bersedia dievakuasi.
“Hingga laporan terakhir pukul 23.18 WIB, kondisi banjir di Wanayasa dilaporkan mulai surut. Namun petugas masih melakukan pemantauan intensif dan memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga,” katanya.
BPBD Banjarnegara bersama unsur terkait telah melakukan asesmen, evakuasi, dan penyampaian imbauan keselamatan di dua lokasi terdampak.
Penanganan bencana melibatkan Wakil Bupati Banjarnegara, BPBD, Polsek dan Koramil Pejawaran serta Wanayasa, pihak kecamatan, pemerintah desa, relawan kebencanaan, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat setempat.
Adapun kebutuhan mendesak warga terdampak meliputi logistik permakanan, kasur dan selimut, perlengkapan tidur dan mandi, serta kajian geologi untuk memastikan keamanan tanah di wilayah rawan longsor.
BPBD Banjarnegara mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau petugas jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, atau kenaikan debit air sungai secara cepat.