
SERAYUNEWS – Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, akan menggelar kegiatan mitigasi bencana sekaligus gerakan bersih lingkungan.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya peningkatan kewaspadaan, menjaga kekompakan relawan, serta langkah pencegahan bencana, mengingat sejumlah wilayah di Kecamatan Wanayasa masuk dalam zona merah dan rawan longsor.
Koordinator Relawan FPRB Banjarnegara, Wanidi, mengatakan, kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan menjadi bagian penting dari upaya mitigasi bencana.
Rencananya, aksi ini akan dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) dan terbuka untuk relawan maupun masyarakat umum yang peduli terhadap lingkungan.
“Aksi ini terbuka untuk umum, sampai saat ini, selain dari relawan FPRB, kegiatan ini juga akan dibantu dari kawan-kawan relawan RAPI,” katanya.
Menurut Wanidi, aksi bersih-bersih lingkungan akan difokuskan pada pembersihan saluran drainase di sepanjang jalan, khususnya di kawasan yang rawan longsor.
Haparannya, dengan dibersihkannya saluran air, maka saat terjadi hujan aliran air tidak terganggu, sehingga tidak memicu luapan air yang berpotensi menyebabkan banjir maupun longsor.
“Kegiatan ini juga menjadi momen yang sangat penting, apalagi menyambut bulan ramadan. Dengan lingkungan yang bersih, kita juga bisa beribadan dengan tenang, sekaligus upaya dalam pencegahan terjadinya bencana,” katanya.
Melalui aksi peduli lingkungan yang dilakukan secara terbuka, FPRB berharap kepedulian masyarakat terhadap lingkungan semakin tumbuh, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Wanidi menegaskan, salah satu penyebab terjadinya longsor adalah tersumbatnya saluran air, sehingga aliran tidak lancar dan menimbulkan genangan maupun aliran baru yang dapat mengikis tanah.
“Beberapa waktu lalu, wilayah Wanayasa ini dilanda bajir dan menyebabkan longsor, bahkan longsor mengancam 2 rumah. Untuk itu, kami berusaha untuk memperbaiki saluran air yang tersumbat, apalagi prakiraan dari BMKG, cuaca ekstrem masih terjadi hingga dua pekan ke depan,” ujarnya.