
SERAYUNEWS-Banjir bandang terjadi di lereng Gunung Slamet. Sabtu (24/1/2026), banjir bandang melanda Desa Serang dan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja. Dari musibah ini, ratusan warga mengungsi.
Kemudian, hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas membuat debit Sungai Kali Pangkon melonjak drastis hingga meluap. Dampaknya, kawasan wisata alam Telaga Sunyi di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, sempat dipenuhi aliran air keruh bercampur lumpur, Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Aliran air Sungai Kali Pangkon terlihat bercampur lumpur di wisata Telaga Sunyi dan Sungai Kalipelus. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Sumbang dan sekitarnya sejak Jumat hingga Sabtu pagi.
Dari media sosial juga diketahui bahwa beberapa wilayah lereng Gunung Slamet juga mengalami banjir. Dari data BMKG Jateng terkuak bahwa wilayah Gunung Slamet mengalami hujan ekstrem.
Dari peta hujan tanggal 23 Januari 2026 pukul 07.00 WIB sampai 24 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, terlihat bahwa wilayah Gunung Slamet berwarna ungu. Hal itu menandakan bahwa terjadi hujan ekstrem yakni lebih dari 150 mm per hari.
Dari peta itu diketahui bahwa wilayah yang berwarna ungu adalah sebagian Kabupaten Tegal, sebagain Kabupaten Pemalang, sebagian kecil Kabupaten Purbalingga, sebagian Kabupaten Banyumas, dan sebagian Kabupaten Brebes.
Bahkan, daerah berwarna ungu tersebut dikelilingi oleh daerah yang berwarna merah. Artinya, hujan lebat juga terjadi di sebagian dari lima kabupaten tersebut. Seperti diketahui, area Gunung Slamet memang dikelilingi oleh lima kabupaten tersebut.