
SERAYUNEWS — Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai memperluas peluang kerja ke pasar internasional dengan membidik penempatan tenaga kerja ke Jerman.
Langkah ini diambil menyusul tingginya kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor strategis di negara tersebut.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan terdapat kuota sekitar 4.000 posisi untuk tenaga kerja asal Indonesia. Ia menekankan pentingnya persiapan matang agar tenaga kerja dari Banyumas mampu bersaing secara global.
Rencana strategis ini menguat setelah Pemkab Banyumas menerima kunjungan delegasi Indonesian Trade Promotion Center Hamburg di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin (4/5/2026).
“Jerman saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar di berbagai sektor. Ini peluang yang sangat potensial dan harus kita tangkap,” kata Sadewo.
Untuk merealisasikan program tersebut, Bupati menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) agar segera menyusun langkah teknis yang konkret.
Salah satu strategi utama adalah pembentukan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus yang akan difokuskan untuk melatih calon pekerja sebelum diberangkatkan ke Jerman.
Program ini menyasar sejumlah sektor unggulan seperti:
Dari sisi finansial, pasar kerja di Jerman menawarkan penghasilan yang kompetitif. Untuk pekerjaan paruh waktu, upah mencapai sekitar 4 euro per jam.
Dengan asumsi kerja 8 jam per hari, potensi penghasilan bulanan dapat mencapai sekitar Rp40 juta, tergantung jenis pekerjaan dan jam kerja.
Namun, Sadewo mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak selama bekerja di luar negeri.
“Kalau makan di restoran memang mahal, karena biaya tenaga kerja di sana tinggi. Tapi kalau bisa mengatur sendiri, sebenarnya cukup terjangkau,” jelasnya.
Selain faktor ekonomi, Jerman juga dinilai memiliki stabilitas sosial yang baik serta tingkat toleransi yang tinggi. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu negara tujuan ideal bagi tenaga kerja migran.
Untuk menjamin kualitas sumber daya manusia, Pemkab Banyumas akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi, seperti:
Kolaborasi ini bertujuan membekali calon tenaga kerja dengan kemampuan bahasa Jerman, keterampilan teknis, serta pemahaman budaya dan etika kerja internasional.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Banyumas untuk menciptakan tenaga kerja yang kompetitif di pasar global.
Dengan pelatihan terstruktur dan kolaborasi lintas sektor, Banyumas menargetkan lahirnya SDM unggul yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjaga reputasi daerah di tingkat internasional.