
SERAYUNEWS — Hasil mengejutkan datang dari Manchester City yang ditahan imbang 3-3 oleh Everton di Hill Dickinson Stadium, Selasa (5/5/2026) dini hari WIB.
Sekilas, hasil ini tampak seperti karpet merah bagi Arsenal menuju gelar Liga Inggris. Tapi benarkah sudah “fix” juara? Jawabannya: belum tentu.
Saat ini, Arsenal memimpin klasemen dengan 76 poin dari 35 pertandingan. Sementara Manchester City menguntit dengan 71 poin dari 34 laga.
Secara matematis, jika City menang di laga berikutnya melawan Brentford, mereka baru mengoleksi 74 poin—masih tertinggal dua angka dari Arsenal.
Di atas kertas, Arsenal memang di posisi terdepan. Namun, situasi ini juga bisa menjadi jebakan psikologis di fase krusial musim.
Arsenal masih menyisakan tiga pertandingan penting:
Secara matematis, dua kemenangan sudah cukup untuk mengunci gelar. Namun, sejarah menunjukkan Arsenal kerap terpeleset di momen krusial.
Tekanan panjang tanpa gelar Liga Inggris membuat setiap pertandingan terasa seperti final.
Di tengah perburuan gelar domestik, Arsenal juga harus menghadapi laga berat di semifinal Liga Champions UEFA.
Pasukan Mikel Arteta berada dalam dilema klasik: mengejar dua trofi sekaligus atau memprioritaskan satu target.
Sejumlah pengamat menilai ambisi berlebihan bisa berisiko, bahkan berujung gagal di dua kompetisi sekaligus.
Jadi… Arsenal Sudah Juara?
Secara peluang, Arsenal memang sangat dekat dengan gelar. Namun dalam sepak bola, status “hampir juara” justru sering menjadi titik paling rawan.
Satu hasil imbang tak terduga atau satu kesalahan kecil bisa mengubah segalanya.
Arsenal memang berada di garis depan. Tapi dalam perebutan gelar Liga Inggris, garis finis belum sepenuhnya aman.