
SERAYUNEWS – Hujan deras disertai angin kencang yang menghantam Kabupaten Banyumas pada Rabu (4/3/2026) malam memicu rentetan bencana yang tak berhenti hingga larut malam. Dalam hitungan jam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat sedikitnya 44 kejadian bencana hingga pukul 21.27 WIB dan angka itu belum final.
Yang lebih mengejutkan, dua warga dilaporkan terluka setelah tertimpa pohon tumbang saat melintas di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran. Supit (52) mengalami luka ringan, sementara Henry (56) mengeluh nyeri di bagian dada. Keduanya kini menjalani perawatan di RS Sinar Kasih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, membenarkan skala kejadian yang luar biasa malam itu.
“Mayoritas kejadian berupa pohon tumbang yang menutup akses jalan serta kerusakan atap rumah akibat angin kencang,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Dari 44 kejadian tersebut, tercatat 32 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari atap asbes terlepas hingga bangunan yang tertimpa pohon jati.
Kecamatan Kedungbanteng menjadi wilayah paling terdampak. Sedikitnya 12 rumah warga rusak akibat atap beterbangan dan pohon tumbang yang melanda Desa Kutaliman, Kedungbanteng, Dawuhan Kulon, Baseh, Kalikesur, hingga Windujaya. Di Desa Windujaya saja, enam rumah sekaligus dilaporkan rusak bagian atapnya.
Di Kecamatan Lumbir, tujuh rumah warga dan satu kios pupuk UD Tani Jaya Makmur di Desa Lumbir ikut jadi korban amukan angin. Dua pohon tumbang di Desa Cidora dan Karanggayam bahkan sempat menutup total akses Jalan Nasional Wangon–Lumbir–Karangpucung, meski akhirnya berhasil dibersihkan.
Di Desa Karanggayam, rumah milik warga bernama Hadi tertimpa tidak kurang dari empat pohon jati sekaligus dan masih dalam proses kaji cepat.
Tak hanya rumah warga, fasilitas publik juga terdampak. Atap SMP Negeri 2 Cilongok di Desa Panembangan dilaporkan rusak akibat angin kencang dan masih dalam proses pendataan. Di Kecamatan Cilongok, enam kejadian tercatat, termasuk pohon yang menimpa jaringan listrik di Desa Langgongsari.
Situasi diperparah dengan prakiraan BMKG yang menyebut potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga 7 Maret 2026. Artinya, ancaman belum selesai.
BPBD Banyumas langsung menerjunkan Tim Pusdalops-PB bersama TRC dan lintas sektor untuk evakuasi dan pembersihan di seluruh titik kejadian.
“Beberapa titik masih dalam proses kaji cepat untuk pendataan kerusakan dan kebutuhan penanganan lanjutan,” ujar dia.
Satu kabar sedikit lega, wilayah Banyumas bagian timur dilaporkan relatif aman karena tidak ada laporan kejadian bencana.
BPBD Banyumas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari berteduh di bawah pohon besar, dan segera melapor apabila menemukan potensi bahaya di sekitar tempat tinggal.