
SERAYUNEWS – Baznas Kabupaten Cilacap membuka layanan pembayaran dan pengelolaan dam bagi jemaah haji asal Cilacap pada musim haji tahun 2026. Program yang memasuki tahun kedua ini disambut antusias oleh calon jemaah, dengan total sekitar 250 kambing yang telah disiapkan untuk proses penyembelihan dam.
Wakil Ketua Baznas Cilacap Akhmad Kholil mengatakan, layanan tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan program pengelolaan dam yang mulai dilaksanakan di tanah air sejak tahun 2025 lalu. Melalui program ini, jemaah haji dapat melaksanakan kewajiban dam di Indonesia, sekaligus membantu masyarakat kurang mampu melalui distribusi daging.
Akhmad Kholil menjelaskan, Baznas Cilacap telah menyiapkan tiga lokasi utama untuk proses penyembelihan hingga pendistribusian daging dam. Ketiga titik tersebut berada di wilayah Maos, Sidareja, dan Wanareja.
“Total tahun ini ada sekitar 250 jemaah yang akan kami layani penyembelihan dam-nya. Daging hasil penyembelihan nantinya akan dibagikan kepada masyarakat fakir miskin di Kabupaten Cilacap,” kata Akhmad Kholil, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, mayoritas jemaah haji asal Indonesia saat ini merupakan jemaah tamattu yang diwajibkan membayar dam berupa penyembelihan seekor kambing atau alternatif puasa. Tahun ini, pelaksanaan penyembelihan dam di tanah air kembali diperbolehkan sehingga Baznas Cilacap hadir sebagai fasilitator layanan tersebut.
Menurutnya, biaya dam rata-rata berada di kisaran Rp3 juta per jemaah. Nominal tersebut sudah mencakup pengadaan hewan, proses penyembelihan, pencacahan daging hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.
“Kami juga memberikan pilihan bobot kambing sesuai kebutuhan jemaah. Namun rata-rata berada di angka Rp3 juta dan itu sudah termasuk seluruh proses sampai distribusi,” jelasnya.
Terkait ketersediaan hewan dam, Baznas memastikan stok ternak dalam kondisi mencukupi. Hewan-hewan tersebut berasal dari kelompok peternak binaan Baznas yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap.
Akhmad Kholil menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 35 kelompok ternak binaan Baznas, meski yang aktif beroperasi sekitar 30 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari lima peternak yang selama ini dibina untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah persediaan ternak sangat mencukupi. Bahkan kami juga mendapat kepercayaan untuk membantu penyediaan hewan kurban dan dam dari Baznas RI dengan jumlah lebih dari 500 ekor,” ungkapnya.
Ia menegaskan, dam haji hanya dapat dilakukan dengan penyembelihan kambing sesuai ketentuan syariat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Sigit Widayanto mengatakan, keberadaan kelompok ternak binaan Baznas sangat membantu dalam menjaga ketersediaan hewan kurban dan dam di Cilacap.
Menurutnya, tahun ini Baznas membagi penyediaan hewan kurban dan dam ke dalam tiga titik besar, yakni Maos, Sidareja dan Wanareja. Khusus di wilayah Maos, sedikitnya 100 ekor domba telah disiapkan.
“Kelompok ternak binaan Baznas ini sangat membantu penyediaan hewan kurban sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat peternak, terutama generasi muda milenial agar lebih tertarik di sektor peternakan dan pertanian,” kata Sigit.
Ia menambahkan, Dinas Pertanian juga rutin melakukan pendampingan kepada kelompok ternak binaan Baznas, mulai dari pengobatan hewan hingga vaksinasi secara berkala.
“Kami sangat mendukung program ini. Pendampingan terus kami lakukan supaya ternak sehat dan produktivitas peternak meningkat,” pungkasnya.