
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Konser Hey Slank Berani Kita Beda Tour by HS sukses mengguncang GOR Satria Purwokerto, Minggu (30/8/2026) malam. Gelaran yang menjadi kota kesembilan dari rangkaian tur 10 kota tersebut berhasil mengobati kerinduan belasan ribu Slankers dari berbagai daerah.
Ribuan penggemar Slank memadati GOR Satria dan datang dari berbagai wilayah Banyumas Raya, mulai dari Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, hingga Cilacap. Antusiasme penonton bahkan datang dari luar wilayah tersebut, termasuk kawasan Pantura hingga Lampung.
Dinar, salah satu Slankers asal Cilacap, sengaja bertolak ke Purwokerto sehari sebelum konser demi menyaksikan penampilan band favoritnya.
“Pingin nonton festival musik, memang nungguin Slank manggung, besok harus pulang Subuh karena ada toko (usaha) di Cilacap,” ceritanya.
Antusiasme serupa terlihat dari kedatangan Slankers dari Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, hingga Lampung.
Mereka memadati area konser dengan membawa bendera identitas komunitas dan mengenakan kaus khas daerah. Salah satunya komunitas Slankers – Slanky Dawet Ayu Banjarnegara.
Keramaian tidak hanya terjadi di dalam venue. Area sekitar GOR Satria juga dipenuhi pedagang kaki lima, Slankers yang ikut berjualan, serta kendaraan para penonton.
Di dalam arena, pelaku UMKM lokal dan Slankerspreneur turut memanfaatkan momentum konser dengan menjajakan berbagai produk, mulai dari kuliner, fesyen, hingga merchandise resmi.

Slank tampil dengan formasi lengkap yang terdiri dari Kaka, Bimbim, Abdee, Ivanka, dan Ridho.
Band legendaris tersebut mulai menggebrak panggung sekitar pukul 22.00 WIB hingga 23.30 WIB. Kaka langsung menyapa lautan penonton yang memenuhi GOR Satria Purwokerto.
“Setelah belasan tahun, HS yang bikin Slank datang lagi ke Cilacap. Hampir 1 tahun ini kita keliling silaturahmi ke tempat-tempat yang udah lama nggak kita datengin. Terimakasih HS, terima kasih buat temen-temen yang ngejar untuk nonton konser HS Hey Slank, hanya orang-orang pemberani yang datang ke sini,” kata Kaka Slank dari atas panggung.
Belasan lagu hits Slank kemudian mengalir sepanjang pertunjukan. Penonton ikut bernyanyi bersama saat Kaka membawakan Terlalu Manis, Terlalu Pahit, Ku Tak Bisa, Orkes Sakit Hati, Mawar Merah, Tonk Kosong, Virus, hingga I Miss U but I Hate U.
Lagu nostalgia Poppies Lane Memory dari album Tujuh (1998) juga memicu sing-along massal dari para Slankers.
Tidak hanya membawakan lagu-lagu lama, Slank tetap membawa kritik sosial melalui lagu baru Rakus dan Republik Fufufafa.
Interaksi Kaka dengan penonton semakin hangat menjelang akhir pertunjukan. Vokalis bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji tersebut bahkan mengajak Slankers menyampaikan permintaan kepada HS untuk menambah kota dalam rangkaian tur.
“Mau ditambahin lagi nggak kotanya, bilang ke HS tambahin 10 kota lagi, tapi Slankers (yang merokok) mulai besok, ngerokoknya harus HS,” kata vokalis bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kemeriahan kolaborasi antara HS dan Slank dalam rangkaian Hey Slank Berani Kita Beda Tour.
Dalam jumpa pers sebelum konser, drummer Slank, Bimbim, menceritakan awal kolaborasi antara HS dan Slank.
Menurutnya, kerja sama tersebut bermula dari pertemuannya dengan Owner HS, Muhammad Suryo, di Potlot pada tahun sebelumnya.
“Setahun lalu kita ketemu Pak Haji Suryo di Potlot. HS tiba-tiba jadi kebanggaan lokal, tiba-tiba booming, membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, akhirnya kita sepakat kolaborasi, lewat konser,” ungkap Bimbim.
Kolaborasi tersebut kemudian berkembang menjadi rangkaian tur yang membawa Slank menyapa penggemarnya di sejumlah kota di Indonesia.
Muhammad Suryo mengatakan, rangkaian tur tersebut tidak hanya dirancang sebagai hiburan. Konser juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku ekonomi kreatif dan wirausaha lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Suryo bahkan langsung menginstruksikan kepala distributor wilayah untuk mengakomodasi Slankers yang berminat menjadi mitra distributor bisnis rokok HS.
Dengan konsep tersebut, konser diharapkan tidak hanya menghasilkan pengalaman bagi penonton, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi acara.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan konser Hey Slank Berani Kita Beda di Purwokerto.
Ia menilai kehadiran HS yang membawa Slank ke Purwokerto menjadi langkah besar dalam menggelar event berskala nasional di Banyumas.
“HS masuk ke Purwokerto langsung membawa Slank. Biasanya kecil-kecil yang dibawa, ini yang dibawa langsung Slank, langsung ‘gajah’ istilahnya,” ungkap Sadewo saat membersamai jumpa pers, riding hingga konser.
Selain Slank sebagai penampil utama, konser Hey Slank Berani Kita Beda Tour di Purwokerto juga menghadirkan sejumlah band dan musisi nasional serta local hero.
Panggung hiburan tersebut dimeriahkan Polkadots, Afterskema, Karnamereka, Preman Disco, FSTVLST, hingga Souljah.
Purwokerto menjadi kota kesembilan dalam rangkaian tur 10 kota Hey Slank Berani Kita Beda. Sebelumnya, tur tersebut telah menyapa Slankers di Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lampung, Malang, Palembang, dan Bandung.
Kehadiran belasan ribu Slankers di GOR Satria menunjukkan kuatnya daya tarik Slank sekaligus besarnya potensi konser musik dalam menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.(ADV)