
SERAYUNEWS — Pelaku usaha lokal asal Kabupaten Banjarnegara berhasil menembus proyek nasional pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Bengkel las Udin Meriah Group milik Saidin, warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, dipercaya memproduksi sekitar 10 ribu pintu folding untuk kebutuhan proyek tersebut.
Kepercayaan itu diperoleh setelah salah satu pemborong proyek datang langsung ke bengkel untuk meninjau proses produksi dan kualitas pengerjaan.
“Awalnya ada pemborong datang ke tempat saya untuk melihat proses produksi. Setelah itu akhirnya tertarik bekerja sama,” ujar Saidin.
Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut berangkat dari penilaian langsung terhadap kualitas produk dan kapasitas produksi bengkel miliknya.
Saidin menyebut, sejak sebelum Lebaran hingga awal Mei 2026, pihaknya telah menyelesaikan sekitar 6.500 unit pintu folding. Total target produksi mencapai 10 ribu unit, dengan jadwal penyelesaian pada Agustus 2026.
Meski demikian, ia mengakui masih ada tambahan permintaan. Namun sebagian pesanan harus ditolak karena keterbatasan bahan baku.
“Pesanan sebenarnya masih bertambah, tetapi kami harus menyesuaikan kemampuan produksi dan ketersediaan material,” katanya.
Ribuan pintu folding hasil produksinya telah dikirim ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Selain proyek KDMP, bengkel tersebut juga mengerjakan pesanan pintu folding untuk proyek lokal di Banjarnegara dan sekitarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi skala besar, Saidin memberdayakan sekitar 150 tenaga kerja, mayoritas berasal dari lingkungan sekitar Kecamatan Mandiraja.
Dalam satu hari, bengkel tersebut mampu memproduksi 80–100 unit pintu folding. Aktivitas produksi dan distribusi turut menggerakkan ekonomi warga sekitar.
“Kalau ada pengiriman besar ke luar kota, warga sekitar ikut membantu proses packing sampai bongkar muat barang,” ujarnya.
Menurut Saidin, tantangan terbesar dalam proyek nasional ini adalah menjaga stabilitas pasokan bahan baku di tengah fluktuasi harga material.
Ia menjelaskan, bahan produksi didatangkan dari sejumlah pabrik dan pemasok di Jakarta yang telah lama menjadi rekanan usaha.
“Material kami ambil dari beberapa supplier dan pabrik di Jakarta yang sudah lama bekerja sama. Untuk kualitas, kami menggunakan bahan galvalum dan material campuran sesuai kebutuhan,” katanya.
Keterlibatan pengusaha lokal Banjarnegara dalam proyek berskala nasional ini menunjukkan bahwa pelaku usaha daerah mampu bersaing dan mengambil peran dalam pembangunan infrastruktur di tingkat nasional. Dukungan terhadap UMKM dinilai dapat memperkuat rantai pasok industri sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.