
SERAYUNEWS – Pada setiap Rabu pagi, suasana di komplek Perumahan Pertamina Gunung Simping, Cilacap terasa lebih hangat. Saat sebagian orang masih bersiap memulai aktivitas, sekelompok pekerja yang sebagiannya adalah tim manajemen Pertamina Patra Niaga (PPN) RU IV Cilacap sudah berkumpul di depan gedung Persatuan Wanita Patra (PWP).
Mereka datang dengan sepeda dan semangat yang sama, mengayuh menuju tempat kerja. Inilah Bike to Work (BTW), sebuah kebiasaan sederhana yang telah tumbuh menjadi budaya di lingkungan RU IV Cilacap.
Sejak 2017, kegiatan ini rutin setiap pekan oleh tim manajemen, dipimpin langsung oleh General Manager (GM). Dari kawasan Perumahan Pertamina Gunung Simping di Jl. Juanda, peserta menempuh perjalanan sekitar 4 Km menuju Head Office (HO) Kilang Cilacap, di Jl. MT Haryono.
Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan dari rumah ke kantor. Sejak pukul 05.30 WIB, para peserta mulai berkumpul. Hari dimulai dengan memastikan satu hal penting, kesehatan. Satu per satu mengecek kondisi tubuh, memastikan semuanya siap dan sehat. Setelah itu, suasana mencair dengan pemanasan ringan, gerakan sederhana yang diiringi canda dan obrolan hangat.
Barulah kemudian roda mulai berputar. Di sepanjang perjalanan, tak ada sekat jabatan. Pimpinan dan pekerja berbaur mengayuh dalam ritme yang sama. Jalanan pagi menjadi saksi bahwa energi tidak hanya dihasilkan dari kilang, tetapi juga dari kebersamaan.
Setibanya di area Head Office, semangat itu tidak berhenti di garis akhir. Agenda dilanjutkan dengan Management Walkthrough (MWT), sebuah ruang refleksi sekaligus evaluasi mingguan. Saatnya tim manajemen meninjau langsung aspek operasional, berdiskusi, dan mencari ruang-ruang perbaikan di area kilang maupun lingkungan HO.
MWT menjadi jembatan antara kebiasaan sehat & budaya kerja yang adaptif, menggabungkan gerak fisik dengan gerak pikir untuk terus meningkatkan kinerja.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menyebut kebiasaan ini menjadi wujud komitmen yang lahir dari hal kecil, namun berdampak besar.
“Aksi kecil sederhana ini menjadi bukti, Kilang Cilacap tidak hanya fokus menyediakan energi terbaik untuk masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bumi. Kebiasaan ini sudah menjadi budaya penting hampir satu dekade dan terus berlanjut,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Seiring waktu, semangat ini pun terus berkembang. Tidak hanya sepeda, sebagian pekerja kini menambah tantangan dengan Run to Work (RTW), berlari menuju tempat kerja sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
“Bagi yang hobi lari, ini menjadi cara lain untuk menjaga tradisi baik ini tetap hidup,” tambah Agustiawan.
Lebih dari sekadar olahraga, BTW dan RTW menjadi simbol, di tengah peran besar sebagai penopang energi nasional, ada kesadaran mendasar, menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan kelestarian lingkungan.
Di Kilang Cilacap, kampanye hemat energi tidak hanya disampaikan lewat program atau slogan, namun hidup dalam kebiasaan. Dalam ayunan kaki berlari dan kayuhan sepeda di setiap Rabu pagi.
Dari perjalanan singkat sejauh 4 Km, tersimpan pesan lebih panjang, perubahan besar dimulai dari hal-hal sederhana, asal dilakukan bersama, dan dijaga dengan sepenuh hati.