
SERAYUNEWS — Aksi cepat jajaran Polresta Banyumas berhasil meredam perselisihan keluarga yang melibatkan senjata tajam di Desa Karangkedawung, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (20/5/2026) siang.
Insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran warga karena kedua pihak yang terlibat diketahui membawa senjata tajam saat konflik berlangsung.
Laporan awal masuk melalui layanan telepon Humas Polresta Banyumas sekitar pukul 13.00 WIB. Pelapor menyampaikan adanya konflik internal keluarga yang berpotensi membahayakan keselamatan karena masing-masing pihak membawa senjata tajam.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Sokaraja AKP Wawan Dwi Leksono bersama Bhabinkamtibmas dan personel siaga reskrim yang sedang melaksanakan patroli rutin langsung menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, aparat kepolisian langsung melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan situasi.
Polisi memediasi kedua pihak yang berselisih sekaligus mengimbau agar persoalan diselesaikan melalui musyawarah, bukan kekerasan maupun penggunaan senjata tajam.
Mediasi berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepakatan damai. Kedua pihak akhirnya menyadari kesalahan masing-masing dan memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan disaksikan perangkat desa setempat.
Kepala Polresta Banyumas, Kombespol Petrus P. Silalahi, mengapresiasi warga yang cepat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
“Laporan cepat ini sangat membantu kepolisian dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kami akan terus mengedepankan langkah preventif dan humanis dalam menangani konflik sosial di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi serta terus menjaga kerukunan antarwarga dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan toleransi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil dapat berkembang menjadi situasi berbahaya apabila tidak segera diselesaikan secara bijak.
Respons cepat aparat kepolisian dan keterbukaan kedua pihak dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah potensi tindakan kekerasan yang lebih besar.