
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Prosesi wisuda kedua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tanbihul Ghofilin Banjarnegara menjadi momen istimewa bagi 58 mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah yang resmi menyandang gelar sarjana.
Kampus ini tidak hanya meluluskan mahasiswa berprestasi secara akademik, tetapi juga mencetak lulusan berkarakter dengan bekal ilmu agama yang kuat.
Dalam wisuda tersebut, lulusan terbaik berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90. Selain itu, tiga wisudawan yang telah menghafal 30 juz Al-Qur’an mendapatkan penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama menempuh pendidikan.
Bagi para wisudawan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik. Momen ini menjadi penanda perjuangan panjang yang dilalui dengan dukungan keluarga, doa, dan semangat untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat.
Prosesi wisuda dipimpin Ketua Senat STAI Tanbihul Ghofilin bersama Ketua STAI Tanbihul Ghofilin dan jajaran pimpinan kampus. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh pendidikan, pengasuh yayasan, serta para orang tua wisudawan.
Salah satu sorotan dalam wisuda tahun ini adalah prestasi Chalimatussa’diyah yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,90.
Di sisi lain, STAI Tanbihul Ghofilin juga memberikan penghargaan kepada tiga wisudawan yang berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an, yakni Muhammad Yusril Ghozali, Salsabila Nafisa, dan Syifaul Muzayyanah. Ketiganya juga merupakan penerima beasiswa penuh selama menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen STAI Tanbihul Ghofilin dalam mengintegrasikan keunggulan akademik dengan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Ketua Yayasan Tanbihul Ghofilin, K.H. Muhammad Chamzah Hasan, mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan. Ia berharap ilmu yang diperoleh mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi ilmu yang membawa manfaat, keberkahan, dan kemaslahatan bagi kehidupan di dunia maupun akhirat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu keislaman dan kemampuan akademik agar lulusan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Menurutnya, bangsa membutuhkan generasi yang memiliki fondasi agama yang kuat sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Apresiasi juga datang dari Wakil Koordinator KOPERTAIS Wilayah X Jawa Tengah yang menghadiri prosesi wisuda.
Ia menilai STAI Tanbihul Ghofilin memiliki karakteristik yang kuat karena mampu memadukan tradisi kepesantrenan dengan pendidikan tinggi yang berorientasi pada kualitas akademik.
Ia berharap para lulusan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat.
Mewakili para wisudawan, Muhammad Yusril Ghozali mengajak seluruh lulusan memaknai gelar sarjana sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, gelar yang diraih harus menjadi motivasi untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ucapan selamat juga disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melalui tayangan video.
Dalam pesannya, Taj Yasin menyebut para lulusan sebagai aset penting daerah yang diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan.
Ia menegaskan bahwa daerah membutuhkan generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, dan siap berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.
Wisuda kedua ini menjadi tonggak perkembangan STAI Tanbihul Ghofilin Banjarnegara sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan nilai-nilai kepesantrenan.
Kampus tersebut terus berupaya mencetak lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, memiliki integritas, karakter kuat, serta kepedulian sosial.
Bagi para wisudawan, gelar sarjana menjadi awal perjalanan baru untuk mengamalkan ilmu, menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.