Sabtu, 13 Agustus 2022

Buruan! Dieng Culture Festival 2022 Terbatas untuk 3.500 Pengunjung, Segini Harga Tiketnya

Panitia DFC saat menggelar rapat bersama dengan Pj Bupati dan Forkompinda

Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) XIII tahun 2022, akan dilaksanakan secara langsung ada 2 hingga 4 September 2022 mendatang. Dalam gelaran tersebut, panitia menyediakan 3.500 tiket bagi wisatawan yang akan melihat langsung prosesi budaya pemotongan rambut gimbal, di dataran tinggi Dieng.


Banjarnegara, serayunews.com

Ketua kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Alif Faozi menyampaikan hal itu, saat rapat persiapan DCF XIII tahun 2022. Rapat bersama Forkompinda Banjarnegara, serta instansi terkait di rumah dinas bupati, Rabu malam.

Alif Fauzi mengatakan, DCF XIII ini akan jadi pengalaman baru bagi Pokdarwis setelah dua tahun hanya mengadakan secara virtual akibat adanya Pandemi Covid-19.

Menurutnya, DCF kali ini akan sedikit berbeda dengan pelaksanaan DFC tahun 2019 yang saat itu masih secara tatap muka. Tahun ini, kegiatan DFC akan berawal dengan kegiatan Dieng bersih, Dieng hijau, serta napak tilas.

Baca juga  Tim Sepak Bola Andalas Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Banjarnegara, Fokus di Liga Santri Tingkat Provinsi

“Kami ingin bahwa kegiatan ini tidak hanya seremoni belaka. Tetapi juga ada kepedulian lingkungan bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk para wisatawan,” katanya.

Ia mengatakan, gelaran DCF akan mulai pada Jumat 2 September 2022. Acara berawal dengan festival kuliner, serta bazar UMKM. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga akan menampilkan berbagai kesenian tradisonal seperti rampak yakso, pelepasan 3.500 lampion. Ada juga festival Caping Gunung, Pertunjukan Harmony Atas Awan, Gebyar Lentera dan Senandung Atas Awan.

“Kegiatan DCF akan berlangsung di lapangan Arjuna dan Lapangan Pandawa. Lapangan Arjuna untuk penampilan kesenian tradisional. Untuk kegiatan ini semua, pengunjung tidak ditarik biaya jadi semua pengunjung wisatawan dapat menikmati area budaya,” ujarnya.

Sendangkan di Area Lapangan Pandawa, untuk kegiatan pendukung menghibur para wisatawan. Acara musik akan berlangsung sampai malam dan di malam pertama akan ada pelepasan 3.500 lampion.

Baca juga  Adu Penalti, Andalas Banjarnegara Harus Puas Jadi Runner Up Liga Santri Tingkat Kodam IV

Lebih lanjut Alif menjelaskan, pada hari kedua ada kirab budaya dari Balai Desa Dieng Kulon menuju Kompleks Candi Arjuna. Upacara Jamasan anak rambut gembel, berlanjut dengan ritual pencukuran rambut gimbal.

“Dalam kegiatan ini ada sekitar 13 anak bajang yang akan menjalani pemotongan rambutnya. Malam harinya akan ada hiburan pagelaran seni tradisional, musik, dan pesta kembang api,” ujarnya.

Cak Nun

Selain itu, pada hari ketiga juga akan ada Gebyar Salawat dan Kongkow Budaya bersama Cak Nun dan Kyai Kanjeng. Syarat untuk bisa datang ke Event DCF XIII yang paling utama sehat, sudah booster.

“Untuk gelaran DCF kali ini, kami menyediakan tiket sebanyak 3.500 dengan harga direncanakan mulai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk pelestarian budaya, promisi pariwisata, serta pemberdayaan masyarkaat dan kegiatan sosial,” ujarnya.

Baca juga  Penjual Ciu Penerima Bansos yang Berumah Dua Lantai di Banjarnegara, Pilih Bayar Denda Rp 30 Juta Supaya Tidak Dipenjara

Sementara itu Pj Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widi Rahmanto, meminta kepada dinas terkait untuk bisa mendukung secara penuh kegiatan DCF XIII tahun 2022 yang akan berlangsung pada awal bulan September tahun 2022 nanti.

Karena, event ini merupakan event yang pertama untuk umum setelah pandemi Covid 19.

“Fungsi media sangat dibutuhkan untuk mempublikasikan dan mempromosikan kegiatan event DCF Tahun 2022. Ada pengemasan dengan baik yang harapannya bisa menjadi daya tarik untuk wisatawan dan menjadikan Brand Dieng Banjarnegara,” katanya.

Selain itu, Pj bupati juga meminta untuk keamanan, kenyamanan dan keselamatan pengunjung dalam gelaran event DCF XIII tahun 2022. Harapanya event berjalan dengan lancar.

Dieng Culture Festival, harus terus disiapkan dengan sebaik-baiknya dan terus ditingkatkan karena berdampak positif pada sektor perekonomian.

Berita Terkait

Berita Terkini