
SERAYUNEWS – Daging kambing menjadi salah satu bahan makanan yang paling banyak diolah saat perayaan Iduladha.
Mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga sop kambing menjadi hidangan favorit banyak keluarga. Namun di balik kelezatannya, sebagian orang masih mengeluhkan aroma prengus yang cukup menyengat pada daging kambing.
Bau khas tersebut sering membuat sebagian masyarakat kurang menyukai olahan kambing. Bahkan, tidak sedikit yang merasa aroma prengus menjadi lebih kuat ketika proses pengolahan dilakukan dengan cara yang kurang tepat.
Secara umum, bau khas pada kambing berasal dari kandungan asam volatil yang lebih tinggi dibandingkan jenis daging lain. Lemak kambing juga menjadi salah satu sumber utama munculnya aroma prengus tersebut.
Karena itu, teknik pengolahan yang benar sangat penting agar aroma tidak sedap bisa berkurang tanpa menghilangkan cita rasa khas daging kambing.
Salah satu kesalahan paling umum adalah langsung mencuci daging kambing mentah menggunakan air. Banyak orang menganggap mencuci daging dapat menghilangkan bau amis, padahal langkah ini justru bisa memperkuat aroma prengus.
Selain membuat bau semakin tajam, mencuci daging mentah juga berisiko menyebarkan bakteri ke area dapur melalui cipratan air. Karena itu, daging kambing lebih disarankan dibersihkan menggunakan tisu dapur atau lap bersih untuk menghilangkan sisa kotoran.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membiarkan terlalu banyak lemak menempel pada daging. Lemak putih pada kambing diketahui menjadi sumber utama aroma prengus sehingga perlu dikurangi sebelum dimasak.
Namun demikian, lemak tidak harus dibuang seluruhnya karena sebagian lemak tetap dibutuhkan agar rasa masakan lebih gurih.
Ada beberapa cara yang umum digunakan untuk mengurangi bau prengus pada daging kambing agar hasil masakan menjadi lebih lezat dan tidak amis.
Langkah pertama adalah membuang lemak putih berlebih yang menempel pada daging. Lemak dapat diiris secukupnya menggunakan pisau tajam sebelum proses memasak dimulai.
Setelah itu, daging bisa dilumuri menggunakan air perasan jeruk nipis dan sedikit garam. Campuran ini membantu mengurangi aroma menyengat sekaligus membuat permukaan daging lebih bersih. Diamkan sekitar 15 hingga 30 menit sebelum dibilas kembali.
Selain jeruk nipis, sebagian orang juga menggunakan nanas atau mentimun untuk proses marinasi. Nanas memiliki enzim alami yang membantu mengempukkan daging sekaligus mengurangi aroma prengus.
Namun, proses marinasi menggunakan nanas sebaiknya tidak terlalu lama karena dapat membuat tekstur daging terlalu lembek.
Cara lain yang cukup efektif adalah menggunakan metode blansir atau rebus cepat. Daging direbus sekitar lima menit bersama rempah-rempah aromatik seperti jahe, serai, daun salam, dan daun jeruk.
Setelah air rebusan pertama terlihat keruh dan berbusa, air dibuang lalu daging ditiriskan sebelum dimasak kembali.
Metode ini cukup ampuh membantu mengurangi bau prengus tanpa menghilangkan rasa asli daging kambing.
Tidak banyak yang menyadari bahwa cara memotong daging kambing juga memengaruhi hasil akhir masakan. Daging sebaiknya dipotong berlawanan arah serat agar teksturnya lebih empuk saat dimakan.
Teknik pemotongan yang tepat juga membantu mengurangi kelembapan berlebih pada daging yang dapat memicu munculnya aroma prengus.
Selain itu, ukuran potongan daging sebaiknya disesuaikan dengan jenis masakan. Potongan kecil cocok untuk sate atau tongseng, sedangkan potongan lebih besar biasa digunakan untuk gulai atau sop kambing.
Dengan teknik pengolahan yang tepat, bau prengus pada daging kambing sebenarnya dapat dikurangi secara signifikan.
Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk mengolah daging kambing menjadi berbagai hidangan lezat saat Iduladha maupun acara keluarga lainnya.***