Rabu, 25 Mei 2022

Cilacap Resmi Punya Lapak Petani Online, Apaan Sih?

Launching Lapak Petani Online (foto: Ulul Azmie)

Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap bersama Petani Holtikultura Cilacap (PHC) dan Politeknik Negeri Cilacap meresmikan Lapak Petani Online. Lapak ini akan mempermudah pemasaran dan mendongkrak pasar, karena tanpa perantara tengkulak. Lapak online ini bisa diklik di www.lapakpetanicilacap.com.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Dinas Pertanian Cilacap Supriyanto menyampaikan, lapak petani online merupakan celah bagi petani milenial untuk memanfaatkan media digital. Dengan menawarkan produk hasil pertanian dari empat distrik di Cilacap.

“Ini merupakan potensi pasar yang bisa menghasilkan bagi petani muda, tidak perlu belepotan belet lagi, mereka tinggal bermain online dan ketersediaan barang akan disuplai dari empat distrik (Cilacap, Kroya, Majenang, Sidareja), dimana ketersediaan barang sifatnya real,” ujar Supriyanto.

Ketua Paguyuban PHC Arkom Hasani mengatakan, lapak petani online ini akan mewujudkan harapan para petani holtikultura. Menurutnya, lapak ini sebagai media penjualan yang bisa mendongkrak dan mempermudah dalam memasarkan produk.

Baca juga  Ramadan Peduli, SGN Santuni 200 Anak Yatim di Banjarnegara

“Harapan kami bisa memangkas atau menekan margin antara tengkulak dengan petani, sehingga petani bisa menjual produknya dengan harga yang sesuai. penyebab kerugian petani bukan hanya karena hama, melainkan belum menemukan pasar yang adil,” katanya.

Lapak petani online adalah bentuk kepedulian kepada petani. Program ini merupakan Kerjasama antara Pemkab Cilacap, PHC dan Politeknik Negeri Cilacap yang difasilitasi Bank Indonesia Cabang Purwokerto.

“Website ini adalah bentuk penelitian dan pengabdian Politeknik Negeri Cilacap kepada Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Cilacap. Harapannya Kerjasama antara Politeknik Negeri Cilacap dan Pemkab bisa berlanjut. Tidak hanya dengan Dinas Pertanian, tapi dengan dinas lain dan pada sektor lain,” ujar Wakil Direktur Politeknik Negeri Cilacap, Agus Santoso.

Baca juga  Wow! Pengemis di Purwokerto Bisa Raup Rp200.000 Sehari, Banyak yang Dari Daerah Tetangga

Peresmian lapak petani online dilakukan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus anggota DPR RI Teti Rohatiningsih di halaman GOR Wijayakusuma Kabupaten Cilacap, Jumat (07/05) ditandai dengan pelepasan burung merpati.

Teti Rohatiningsih dalam Launching website Lapak Petani Online (foto: Ulul Azmie)

Ketua TP PKK Teti Rohatiningsih mengatakan, jika program ini bisa menjadi media untuk mengarungi era revolusi 4.0 yang sudah merambah ke 5.0. Teti juga mengharapkan jika program ini bisa memperbaiki gizi masyarakat kabupaten Cilacap dengan cara memakan makanan yang sehat yang dijual dan diolah langsung oleh para petani.

“Lapak ini selaras dengan program pak Bupati dalam bangga mbangun desa, akan menjadi program yang berkelanjutan untuk kemakmuran petani,” ujarnya.

Untuk memesan produk pertanian, masyarakat dapat melakukan bertransaksi langsung dengan para petani dengan mengkases www.lapakpetanicilacap.com. Sebelum memesan, pembeli diharuskan melakukan pendaftaran dan login. Selanjutnya pembeli bisa memilih distrik terdekat untuk melakukan pembelian.

Baca juga  TMMD Sengkuyung Kodim 0704 Banjarnegara, Buka Akses Jalan Warga Desa Petir

Dalam website terdapat 4 distrik yaitu Distrik Cilacap, Kroya, Sidareja dan Majenang. Keempat distrik ini memiliki produk unggulan masing-masing. Misalnya produk olahan pada Distrik Cilacap dan sayur mayur di Distrik Kroya. Distrik ini juga nantinya akan saling membantu dalam mensuplai ketersediaan produk di distrik lain.

Acara peresmian lapak petani online, dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Wasi Aryadi, Wakil Direktur Politeknik Negeri Cilacap (PNC) Agus Santoso, Ketua PHC Arkom Hasani, perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, dan sejumlah pejabat Kabupaten Cilacap.

Selain itu, acara peresmian juga diramaikan dengan kegiatan jual beli oleh petani PHC, Produk yang ditawarkan diantaranya beras, buah buahan, sayur mayur, umbi-umbian, produk olahan seperti gula kelapa, kue dan sejumlah produk holtikultura lainnya.

Berita Terkait

Berita Terkini