
SERAYUNEWS – Momentum emas sebenarnya berada di tangan Arsenal setelah Manchester City keok dalam Derby Manchester di Old Trafford, Sabtu (17/1/2026).
Kemenangan Setan Merah atas City seharusnya menjadi jalan mulus bagi Meriam London untuk menjauh di puncak klasemen Liga Inggris.
Namun alih-alih menjauh, Arsenal justru terpeleset setelah ditahan imbang Nottingham Forest, Minggu (18/1/2026) WIB.
Arsenal tengah berada dalam perburuan gelar Liga Inggris yang telah lama mereka nantikan selama 21 tahun.
Trauma masa lalu masih membekas, ketika keunggulan di paruh musim kerap sirna menjelang akhir kompetisi.
Musim 2025/2026 sebenarnya diawali dengan sangat menjanjikan, di mana anak asuh Mikel Arteta tampil konsisten hingga Januari 2026.
Sayangnya, ketika peluang untuk mengunci jarak poin dari para pesaing terbuka lebar, Arsenal justru mulai kehilangan sentuhan terbaiknya.
Dua laga terakhir hanya berakhir imbang, membuat keunggulan poin atas Manchester City dan Aston Villa tak bertambah signifikan.
Hasil seri pertama didapat saat menjamu Liverpool pada Jumat (9/1/2026). Meski unggul dalam jumlah tembakan ke gawang dengan empat peluang, Arsenal kalah dalam penguasaan bola dari pasukan Arne Slot.
Liverpool bahkan tak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, namun tetap mampu menahan imbang tuan rumah.
Petaka kembali datang sehari setelah Manchester United menumbangkan Manchester City 2-0 di Old Trafford. Arsenal justru melempem saat bertandang ke markas Nottingham Forest.
Dominasi 60 persen penguasaan bola, sembilan tembakan, dan tiga tembakan tepat sasaran tak cukup menghasilkan gol. Skor kacamata 0-0 menjadi hasil akhir yang terasa pahit.
Kini Arsenal mengoleksi 50 poin dari 22 pertandingan. Manchester City dan Aston Villa menguntit dengan 43 poin.
Jarak tujuh poin yang ada bisa dengan cepat terpangkas jika Arsenal terus kehilangan konsistensi. Ancaman tergeser ke posisi dua atau tiga bukan lagi sekadar wacana.
Tantangan berat sudah menanti. Arsenal dijadwalkan menghadapi Manchester United pada Minggu (25/1/2026) WIB.
Meski performa Setan Merah kerap angin-anginan, mereka dikenal sebagai tim yang sering menghadirkan kejutan saat melawan klub besar.
Jika Arsenal gagal menjaga fokus dan mental, Martin Ødegaard dan kolega berpotensi kembali tersandung.
Meski demikian, harapan belum sepenuhnya padam. Sejumlah platform analis olahraga digital berbasis AI masih memprediksi Arsenal sebagai kandidat terkuat juara Liga Inggris musim ini.
Namun dengan tren inkonsistensi yang mulai terlihat, pertanyaannya kini satu: mampukah Arsenal benar-benar mematahkan kutukan dan mengakhiri penantian panjang gelar liga?