
SERAYUNEWS- Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama resmi memasuki tahap pendaftaran pada Januari 2026.
Program nasional ini menjadi perhatian serius siswa kelas IX, orang tua, dan sekolah karena berfungsi sebagai potret capaian akademik berbasis standar nasional yang semakin relevan dalam sistem pendidikan Indonesia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menegaskan bahwa TKA bukanlah penentu kelulusan.
Namun demikian, hasil TKA memiliki nilai strategis karena dapat dimanfaatkan sebagai dokumen pendukung jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Inilah yang membuat antusiasme terhadap TKA meningkat signifikan.
Seiring dimulainya masa pendaftaran, berbagai informasi penting terkait jadwal, bentuk soal, materi ujian, hingga simulasi mandiri wajib dipahami sejak awal.
Pemahaman menyeluruh akan membantu siswa mempersiapkan diri secara matang dan menghindari kesalahan administratif yang berpotensi merugikan.
Tes Kemampuan Akademik merupakan instrumen evaluasi nasional yang dirancang untuk memetakan kemampuan literasi dan numerasi siswa secara objektif.
Berbeda dengan ujian berbasis hafalan, TKA mengukur kemampuan berpikir kritis, penalaran logis, serta pemecahan masalah dalam konteks kehidupan nyata.
Pada tahun 2026, peran TKA semakin signifikan karena menjadi referensi akademik individual yang terstandar. Data hasil TKA tidak hanya berguna bagi siswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi mutu pendidikan bagi sekolah dan pemerintah daerah.
Tahapan TKA SMP 2026 telah ditetapkan secara nasional dan wajib diperhatikan oleh seluruh pihak terkait.
1. Pendaftaran: 19 Januari – 28 Februari 2026
2. Simulasi: 23 Februari – 1 Maret 2026
3. Gladi Bersih: 9 – 17 Maret 2026
4. Pelaksanaan Utama: 6 – 16 April 2026
5. TKA Susulan: 11 – 17 Mei 2026
6. Pengumuman Hasil: 24 Mei 2026
1. Pendataan oleh Sekolah
Operator sekolah mengimpor dan memverifikasi data siswa melalui sistem nasional sesuai database resmi.
2. Pengecekan Data Peserta
Sekolah memastikan data identitas siswa valid dan tidak bermasalah sebelum pendaftaran difinalisasi.
3. Persetujuan Orang Tua
Orang tua memberikan izin tertulis sebagai syarat wajib keikutsertaan siswa dalam TKA.
4. Finalisasi Pendaftaran
Setelah seluruh data dan izin lengkap, sekolah menetapkan siswa sebagai peserta resmi TKA SMP.
5. Penerbitan Kartu Peserta
Sekolah mencetak kartu peserta sebagai bukti resmi dan identitas siswa saat pelaksanaan TKA.
6. Jika ingin dibuat lebih singkat lagi atau gaya poin untuk infografis, saya bisa sesuaikan.
Soal TKA SMP dirancang untuk menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi. Bentuk soal terdiri dari pilihan ganda sederhana, pilihan ganda kompleks, serta pilihan ganda kategori yang menuntut ketelitian dan pemahaman mendalam.
Struktur soal dibagi menjadi soal tunggal dan soal berbasis stimulus. Model ini mendorong siswa untuk membaca, menganalisis, dan menarik kesimpulan secara logis, bukan sekadar menghafal rumus atau definisi.
Materi Matematika dalam TKA SMP mencakup bilangan, aljabar, geometri, pengukuran, serta data dan peluang. Soal dirancang berbasis konteks keseharian agar siswa mampu mengaplikasikan konsep matematika secara nyata.
Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, yang menekankan pemahaman konsep, bukan sekadar hasil akhir. Kemampuan bernalar menjadi kunci utama dalam menyelesaikan soal.
TKA Bahasa Indonesia menitikberatkan pada keterampilan membaca dan memahami teks. Siswa akan dihadapkan pada teks informasi dan teks fiksi dengan tingkat kompleksitas yang disesuaikan jenjang SMP.
Kosakata, struktur kalimat, serta kohesi antarparagraf menjadi aspek penting dalam penilaian. Dengan demikian, siswa tidak hanya diuji kemampuan membaca, tetapi juga daya interpretasi dan analisis wacana.
Pelaksanaan TKA SMP 2026 menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun sistem evaluasi pendidikan yang adil dan bermakna.
Dengan pendekatan berbasis nalar dan literasi, TKA diharapkan mampu memberikan gambaran utuh tentang kemampuan akademik siswa Indonesia.
Oleh karena itu, kesiapan sejak dini menjadi kunci utama. Orang tua, sekolah, dan siswa perlu bekerja sama memastikan proses pendaftaran berjalan lancar serta persiapan belajar dilakukan secara konsisten agar hasil yang diperoleh optimal dan bermanfaat jangka panjang.