
SERAYUNEWS – Malam Nuzulul Quran merupakan salah satu momen istimewa dalam bulan Ramadhan yang diperingati oleh umat Islam di berbagai tempat, mulai dari masjid, pesantren, hingga lingkungan sekolah.
Malam ini diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.
Oleh karena itu, banyak kegiatan keagamaan digelar untuk memperingatinya, seperti pengajian, tadarus bersama, hingga kultum atau kuliah tujuh menit.
Kultum menjadi salah satu agenda yang sering dilakukan karena durasinya singkat namun tetap sarat makna.
Biasanya kultum disampaikan oleh ustaz, guru, santri, atau perwakilan jamaah.
Bagi yang mendapat kesempatan menyampaikan kultum, tentu perlu menyiapkan materi yang sederhana namun tetap menyentuh hati.
Berikut ini contoh kultum bertema Nuzulul Quran yang bisa digunakan sebagai referensi untuk kegiatan Ramadhan di masjid, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.
Contoh Kultum Nuzulul Quran
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Pada malam yang penuh keberkahan ini kita memperingati salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Nuzulul Quran.
Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Wahyu tersebut adalah surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5 yang diawali dengan perintah membaca, yaitu “Iqra”.
Perintah membaca ini memiliki makna yang sangat dalam. Allah SWT ingin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan sangat penting bagi kehidupan manusia.
Dengan membaca, manusia dapat memahami petunjuk Allah dan menjalani hidup dengan lebih baik.
Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca saat ibadah saja, tetapi juga merupakan pedoman hidup bagi umat manusia.
Di dalamnya terdapat berbagai petunjuk tentang akhlak, ibadah, hukum, hingga kehidupan sosial.
Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita tidak hanya dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hadirin yang berbahagia,
Malam Nuzulul Quran seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Jika selama ini kita jarang membacanya, maka mulai sekarang kita bisa berusaha untuk lebih rutin membaca dan mempelajarinya. Tidak perlu langsung banyak, yang penting istiqomah atau konsisten.
Selain itu, kita juga perlu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap.
Misalnya dengan menjaga kejujuran, saling menghormati, membantu sesama, serta menjauhi perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an.
Banyak orang memanfaatkan bulan ini untuk memperbanyak tadarus, mengikuti kajian, serta menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.
Semoga kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan saat Ramadhan, tetapi juga terus berlanjut setelah bulan suci berakhir.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan peringatan Nuzulul Quran sebagai pengingat bahwa Al-Qur’an adalah cahaya yang menerangi kehidupan manusia.
Jika kita berpegang teguh pada Al-Qur’an, maka insyaAllah kita akan mendapatkan petunjuk dan keberkahan dalam hidup.
Semoga Allah SWT memberikan kita kemampuan untuk membaca, memahami, serta mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian kultum singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dengan menyampaikan pesan yang singkat namun bermakna, kultum dapat menjadi sarana dakwah yang efektif dalam kegiatan Ramadhan.
Baik di lingkungan sekolah, pesantren, maupun masjid, kultum tentang Nuzulul Quran diharapkan mampu meningkatkan semangat umat Islam untuk lebih mencintai Al-Qur’an.***












