
SERAYUNEWS – Bulan Ramadan identik dengan tradisi berbagi makanan berbuka puasa atau takjil di masjid.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga mempererat hubungan antarjamaah.
Takjil biasanya disiapkan dalam menu sederhana, mudah dibagikan, serta mampu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Oleh karena itu, pemilihan menu takjil perlu dipertimbangkan agar tetap praktis, hemat biaya, serta bernutrisi.
Berikut beberapa contoh menu takjil di masjid yang bisa menjadi inspirasi dalam menyiapkan hidangan berbuka puasa bersama.
Kurma menjadi menu takjil yang paling umum disediakan di masjid. Selain mengikuti anjuran berbuka puasa dengan makanan manis alami, kurma juga dikenal memiliki kandungan gula alami yang cepat mengembalikan energi tubuh.
Biasanya, kurma disajikan bersama air mineral agar jamaah dapat berbuka secara ringan sebelum melaksanakan salat Magrib.
Menu ini tergolong praktis karena tidak memerlukan proses pengolahan yang rumit. Selain itu, kurma juga mudah dibagikan dalam kemasan kecil sehingga lebih higienis dan efisien.
Kolak pisang termasuk salah satu menu takjil favorit masyarakat Indonesia. Hidangan ini dibuat dari pisang yang dimasak bersama santan, gula merah, serta tambahan ubi atau kolang-kaling.
Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat kolak cocok dikonsumsi saat berbuka puasa.
Kolak juga mudah dibuat dalam jumlah besar sehingga cocok untuk kegiatan berbuka bersama di masjid. Selain lezat, kolak pisang mengandung karbohidrat yang membantu mengembalikan energi tubuh secara bertahap.
Selain makanan hangat, minuman segar juga sering menjadi pilihan takjil di masjid. Es buah biasanya berisi campuran berbagai jenis buah seperti melon, semangka, pepaya, dan nata de coco yang disiram sirup atau air gula.
Menu ini disukai karena mampu memberikan sensasi segar setelah berpuasa. Kandungan vitamin dari buah-buahan juga membantu menjaga kesehatan tubuh. Namun, pengurus masjid biasanya memastikan kebersihan bahan dan penggunaan air matang agar tetap aman dikonsumsi.
Bubur kacang hijau merupakan takjil yang cukup populer karena kandungan gizinya yang tinggi. Kacang hijau mengandung protein nabati, serat, dan mineral yang baik untuk tubuh.
Bubur ini biasanya dimasak dengan santan dan gula merah sehingga menghasilkan rasa gurih dan manis yang seimbang.
Selain bergizi, bubur kacang hijau juga mudah disiapkan dan dapat disajikan dalam keadaan hangat maupun dingin. Menu ini cocok untuk jamaah dari berbagai kalangan usia.
Gorengan seperti bakwan, tahu isi, risoles, dan pastel sering menjadi pelengkap menu takjil di masjid.
Meskipun tergolong makanan ringan, gorengan banyak diminati karena rasanya gurih dan mengenyangkan.
Biasanya, gorengan disajikan bersama cabai rawit atau saus sambal agar lebih nikmat. Namun, penyajiannya tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan, karena makanan berminyak sebaiknya dikonsumsi secukupnya saat berbuka puasa.
Menu takjil lainnya yang cukup praktis adalah roti manis dan kue basah seperti kue lapis, lemper, atau bolu kukus.
Hidangan ini mudah dikemas secara individual sehingga memudahkan proses distribusi kepada jamaah.
Selain itu, roti dan kue basah memiliki rasa manis yang cukup untuk mengembalikan energi tanpa membuat perut terasa terlalu penuh. Menu ini juga cocok disandingkan dengan minuman hangat seperti teh manis atau susu.
Menyediakan variasi menu takjil menjadi hal penting agar jamaah tidak merasa bosan. Pengurus masjid biasanya mengatur jadwal menu secara bergantian sesuai dengan sumbangan dari donatur atau kelompok masyarakat.
Selain variasi rasa, pemilihan menu juga perlu memperhatikan nilai gizi dan kebersihan makanan.
Hal ini bertujuan agar takjil tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan.
Tradisi berbagi takjil di masjid menjadi salah satu bentuk kebersamaan yang sangat dinantikan selama Ramadan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperkuat solidaritas sosial sekaligus menebarkan kebaikan kepada sesama.
Dengan memilih menu takjil yang sederhana, lezat, dan bernutrisi, kegiatan berbuka puasa bersama di masjid dapat berlangsung dengan lebih bermakna dan memberikan manfaat bagi banyak orang.***