
SERAYUNEWS- Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Hujan deras yang disertai angin kencang dan petir selama kurang lebih dua jam menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, hingga melumpuhkan akses jalan akibat pohon tumbang.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Dusun Wediasin, Desa Krasak, Kecamatan Selomerto.
Informasi tersebut disampaikan oleh Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, dalam laporan resmi kebencanaan.
Hujan dengan intensitas tinggi yang datang secara tiba-tiba membuat warga tidak sempat melakukan banyak persiapan.
Dalam waktu singkat, angin kencang disertai petir memperparah kondisi, menyebabkan beberapa bangunan mengalami kerusakan.
“Durasi hujan kurang lebih dua jam dengan intensitas tinggi. Disertai angin kencang dan petir, sehingga berdampak pada rumah warga dan fasilitas umum,” demikian keterangan dalam laporan BPBD.
Warga setempat sempat panik dan berupaya menyelamatkan diri serta barang-barang berharga ketika angin mulai merusak bagian atap rumah.
Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin kencang. Sementara itu, satu fasilitas ibadah mengalami kerusakan dengan kategori sedang.
Data kerusakan yang terhimpun antara lain:
Kerusakan sedang:
Selain kerusakan bangunan, dampak paling signifikan terjadi pada infrastruktur. Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup akses jalan utama yang menghubungkan Dusun Wediasin dengan wilayah Larangan.
Tak hanya itu, pohon tumbang juga menimpa jaringan listrik milik PLN sehingga menyebabkan aliran listrik di sejumlah titik mengalami gangguan.
Akibat tertutupnya akses jalan, mobilitas warga sempat terhenti. Jalan yang menjadi jalur penghubung utama antar dusun tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Di sisi lain, gangguan jaringan listrik menambah dampak yang dirasakan warga. Sejumlah rumah mengalami pemadaman listrik, terutama di sekitar lokasi terdampak pohon tumbang.
Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama menjelang sore hari ketika kebutuhan listrik meningkat.
Meski dampak kerusakan cukup terasa, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
“Hasil kajian sementara menunjukkan korban jiwa nihil dan korban luka nihil,” jelas laporan tersebut.
Sementara itu, total kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp7.000.000.
Usai kejadian, tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Berbagai langkah cepat dilakukan guna meminimalisir dampak lanjutan.
Upaya yang telah dilakukan meliputi:
– Assessment atau pendataan dampak di lokasi
– Koordinasi lintas instansi terkait
– Pemberian imbauan kepada masyarakat
– Pelaporan perkembangan situasi secara berkala
Unsur yang terlibat dalam penanganan:
– BPBD Kabupaten Wonosobo
– Kecamatan Selomerto
– Koramil Selomerto
– Polsek Selomerto
– Pemerintah Desa Krasak
– Relawan RPB Selomerto
– Warga setempat
Hingga saat ini, proses penanganan masih berlangsung, terutama dalam pembersihan material pohon tumbang serta pemulihan akses jalan dan jaringan listrik.
BPBD Kabupaten Wonosobo mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama pada masa peralihan musim.
Warga diminta untuk:
Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi BPBD Kabupaten Wonosobo melalui:
Telepon: 0286-322908
Damkar: 0286-325605
WhatsApp: 0812-1116-979 / 0813-8911-3113
Email: bpbdkabwsb@gmail.com
Media sosial: @bpbdwonosobo