
SERAYUNEWS – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas akhirnya angkat bicara menyikapi dinamika pasca-Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Banyumas. Melalui rapat gabungan Syuriah dan Tanfidziyah yang digelar di Kantor PCNU setempat, induk organisasi ini merilis sikap resmi demi menjaga kondusivitas warga Nahdliyin.
Katib Syuriah PCNU Banyumas, Prof. KH. Ridwan, menegaskan bahwa Muslimat NU adalah badan otonom (banom) yang tak terpisahkan dari NU. Menurutnya, setiap banom bergerak sesuai segmentasinya masing-masing. Seperti Muslimat di ranah perempuan, serta Ansor dan IPNU di basis lainnya, namun tetap satu komando.
“Secara prinsip, badan otonom NU adalah bagian dari NU. Fungsinya menjalankan program-program organisasi sesuai dengan kelompok yang dilayaninya. Karena itu tidak ada pemisahan antara Muslimat dengan NU sebagai induk organisasi,” ujar Prof. Ridwan saat menyampaikan keterangan kepada awak media, Sabtu (13/06/2026).
Langkah klarifikasi ini diambil PCNU untuk mendudukkan porsi persoalan secara tepat di tengah riuhnya pemberitaan.
“Sebagai induk organisasi, kami merasa perlu memberikan tanggapan, melakukan verifikasi, sekaligus menempatkan posisi NU secara tepat dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang,” katanya.
Beliau juga menitipkan pesan penting agar seluruh elemen Muslimat NU mengutamakan kekompakan. “Soliditas dan kekompakan menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh program NU dapat berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan resmi hasil rapat gabungan kemudian dibacakan langsung oleh Rais Syuriah PCNU Banyumas, KH. Drs. Mughni Labib, M.Si. Ia menyoroti tajamnya pro-kontra yang berseliweran di media sosial belakangan ini.
“Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam proses organisasi. Namun hal itu hendaknya disikapi dengan kedewasaan, tabayun, dan semangat menjaga persaudaraan di lingkungan Nahdlatul Ulama dengan mengedepankan kemaslahatan jamaah,” ujar Mughni Labib.
Terkait pelaksanaan konferensi, PCNU Banyumas menegaskan bahwa agenda tersebut sepenuhnya menjadi domain Muslimat NU, sesuai dengan PD/PRT dan Peraturan Organisasi mereka. Dalam prosesnya, Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah memegang kendali penuh untuk mengawal jalannya acara.
“Pelaksanaan konferensi beserta seluruh mekanisme, tata cara, dan proses persidangannya merupakan kewenangan badan otonom yang bersangkutan,” kata dia.
Mengenai keabsahan hasil Konfercab, PCNU memilih berdiri di posisi netral dan menghormati keputusan hierarki organisasi yang lebih tinggi, yakni PW Muslimat NU Jateng dan Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU.
“Apapun keputusan yang ditetapkan oleh Pimpinan Wilayah Muslimat NU maupun Pimpinan Pusat Muslimat NU, seluruh jajaran struktural dan warga Muslimat harus tunduk dan patuh terhadap keputusan tersebut,” katanya.
Guna meredam situasi, PCNU Banyumas mengeluarkan instruksi tegas kepada MWCNU, ranting, lembaga, banom, hingga seluruh warga Nahdliyin agar menyetop penyebaran opini negatif.
“PCNU Banyumas mengimbau kepada seluruh jajaran struktural NU di semua tingkatan, lembaga, badan otonom, dan warga Nahdliyin agar tidak memproduksi, mereproduksi, menyebarluaskan, maupun meruncing narasi, berita, opini, atau konten yang berpotensi menimbulkan kegaduhan, perpecahan, dan polarisasi terkait pelaksanaan Konfercab Muslimat NU Banyumas,” katanya.
PCNU Banyumas mengetuk hati para kader untuk kembali merajut ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah nahdliyah. Kepentingan ego kelompok harus dikesampingkan demi menghormati warisan para pendiri.
“Rumah besar perjuangan perempuan NU dibangun dengan semangat pengabdian, ketulusan, dan pengorbanan para muassis serta para pendahulu. Kehormatannya harus dijaga oleh generasi Muslimat hari ini,” ujar KH. Mughni Labib.
Ia optimis badai organisasi ini bisa dilewati dengan kepala dingin lewat musyawarah dan akhlakul karimah.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, ketenangan, dan keberkahan kepada kita semua dalam mengemban amanah jam’iyah Nahdlatul Ulama,” kata dia.
Sebagai informasi, surat pernyataan resmi ini disebarkan kepada seluruh jajaran NU di Banyumas, serta ditembuskan ke PBNU, PWNU Jawa Tengah, dan PW Muslimat NU Jawa Tengah.