
SERAYUNEWS- Ramadan 1446 Hijriah atau 2026 M kembali memperlihatkan perbedaan mencolok durasi puasa di berbagai negara dunia.
Faktor geografis menjadi penentu utama lamanya umat Muslim menahan lapar dan dahaga, terutama di wilayah belahan bumi utara yang mengalami siang hari lebih panjang.
Tahun ini, sejumlah negara mencatat durasi puasa yang sangat ekstrem, bahkan melebihi 16 jam dalam sehari. Kondisi ini menjadikan puasa di negara-negara tersebut sebagai salah satu yang terberat secara fisik.
Pada Ramadan 2026, posisi matahari yang lebih lama berada di atas cakrawala belahan bumi utara membuat waktu terbit lebih pagi dan terbenam jauh lebih lambat.
Akibatnya, jarak antara waktu sahur dan berbuka puasa menjadi semakin panjang. Negara-negara yang berada dekat Lingkar Arktik merasakan dampak paling signifikan dari kondisi alam ini.
Greenland tercatat sebagai wilayah dengan durasi puasa paling ekstrem pada Ramadan 2026. Di ibu kota Nuuk, umat Muslim menjalani puasa hingga lebih dari 16 jam dalam sehari.
Selain Greenland, terdapat sembilan negara lain yang juga masuk dalam daftar jam puasa terlama di dunia tahun ini. Secara keseluruhan, ada 10 negara yang mengalami durasi puasa sangat panjang akibat faktor geografis.
Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Greenland menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan jam puasa terlama di dunia pada 2026. Di Nuuk, durasi puasa mencapai sekitar 16 jam 30 menit, dengan sahur dimulai sangat dini dan berbuka dilakukan mendekati malam hari.
Letak Greenland yang sangat dekat dengan Kutub Utara membuat matahari bersinar lebih lama saat mendekati musim panas. Kondisi ini menjadikan puasa di Greenland sebagai yang paling ekstrem dibandingkan negara lain.
Islandia berada di urutan kedua negara dengan jam puasa terlama. Di Reykjavik, durasi puasa umat Muslim berkisar 16 jam selama puncak Ramadan 2026.
Fenomena matahari terbenam sangat larut menjadi tantangan utama. Meski populasi Muslim relatif kecil, komunitas Muslim di Islandia tetap menjalankan puasa dengan disiplin tinggi.
Finlandia mencatat durasi puasa sekitar 15–16 jam per hari. Di Helsinki, waktu berbuka puasa baru tiba saat malam hari.
Letaknya di kawasan Nordik membuat siang hari berlangsung sangat panjang. Kondisi ini mengharuskan umat Muslim mengatur asupan nutrisi dan istirahat dengan baik.
Norwegia juga termasuk negara dengan jam puasa panjang, mencapai lebih dari 15 jam. Kota Oslo mengalami matahari terbenam yang cukup lambat selama Ramadan 2026.
Puasa panjang di Norwegia menjadi ujian fisik, terutama bagi pekerja yang tetap beraktivitas normal di siang hari. Meski demikian, ibadah tetap dijalankan dengan penuh semangat.
Di Swedia, durasi puasa berkisar 15 jam lebih. Kota Stockholm menjadi salah satu wilayah dengan tantangan puasa terpanjang di negara tersebut.
Faktor iklim dan panjangnya siang hari menjadikan puasa di Swedia cukup berat. Namun, komunitas Muslim di sana telah terbiasa dengan kondisi tersebut.
Denmark mencatat jam puasa sekitar 15 jam. Di Kopenhagen, waktu berbuka puasa baru tiba pada malam hari.
Letak geografis Denmark di Eropa Utara membuat durasi puasa lebih panjang dibandingkan negara Eropa selatan. Umat Muslim tetap menyesuaikan aktivitas harian selama Ramadan.
Skotlandia, khususnya Glasgow, mengalami durasi puasa sekitar 15 jam. Waktu siang yang panjang menjadi faktor utama.
Puasa di wilayah ini menuntut ketahanan fisik, terutama saat cuaca relatif sejuk namun aktivitas tetap padat.
Jerman mencatat durasi puasa hampir 15 jam di beberapa kota besar seperti Berlin.
Meski tidak sedekat negara Nordik dengan Kutub Utara, perbedaan waktu siang dan malam tetap signifikan selama Ramadan 2026.
Wilayah utara Kanada mengalami puasa sekitar 15–16 jam. Beberapa kota bahkan mendekati durasi ekstrem.
Letak geografis Kanada membuat waktu siang hari cukup panjang, terutama di wilayah utara negara tersebut.
Rusia, khususnya wilayah utara, juga masuk dalam daftar puasa terlama dengan durasi sekitar 15 jam lebih.
Negara dengan wilayah sangat luas ini memiliki variasi durasi puasa, namun kawasan utara mengalami tantangan paling berat.
Menghadapi durasi puasa yang sangat panjang seperti di Greenland atau negara Nordik lainnya tentu tidak mudah. Berikut tips praktis agar puasa tetap lancar dan sehat:
1. Atur asupan saat sahur lebih bijak
2. Pilih makanan berkarbohidrat kompleks dan protein tinggi seperti oatmeal, telur, dan kacang-kacangan
3. Minum cukup air saat sahur dan berbuka
4. Istirahat cukup dan hindari aktivitas berlebihan
5. Kelola energi agar tetap fit hingga waktu berbuka
Fenomena variasi durasi puasa global menunjukkan bagaimana umat Muslim menghadapi tantangan alam yang berbeda setiap tahunnya. Meski di Greenland puasa bisa mencapai lebih dari 16 jam, semua ini menjadi bagian dari pengalaman spiritual yang unik.
Puasa adalah tentang kedisiplinan, kesabaran, serta rasa syukur dalam kondisi apa pun.
Dengan memahami durasi yang berbeda di tiap negara dan menyiapkan diri secara fisik maupun mental, Ramadan menjadi momen refleksi yang semakin bermakna bagi siapa saja yang menjalankannya.
Perbedaan durasi puasa di berbagai negara menunjukkan betapa ibadah Ramadan dijalankan dalam kondisi alam yang sangat beragam. Greenland menjadi simbol puasa paling ekstrem pada 2026 dengan durasi lebih dari 16 jam.
Meski berat, puasa panjang ini tetap dijalani sebagai bentuk ketakwaan dan kesabaran. Ramadan pun menjadi momen refleksi spiritual yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia.