Senin, 4 Juli 2022

Dampak Banjir Cilacap, Tiga Ribu Ton Padi Terancam Membusuk

Lahan pertanian di wilayah Kroya yang sempat terndam banjir, tanaman padi siap panen layu dan mati serta membusuk.

Selain berdampak pada permukiman penduduk, banjir di Kabupaten Cilacap yang terjadi sejak 15 Maret 2022 lalu juga berdampak pada sektor pertanian. Tercatat ada sekitar 979 hektar lahan pertanian di enam kecamatan yang terdampak, mulai dari lahan persemaian padi, hingga tanaman padi berusia 90 hari atau jelang panen.


Cilacap, serayunews.com

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Mlati Asih Budiarti menyampaikan, lahan pertanian di enam kecamatan di Kabupaten Cilacap yang terdampak banjir yakni Kecamatan Nusawungu, Binangun, Kroya, Adipala, Kesugihan, dan Kawunganten. Dari enam kecamatan tersebut ada sebanyak sekitar 979 hektar lahan pertanian mulai dari persemaian, masa petumbuhan, hingga tanaman padi berumur 90 hari terancam membusuk atau rusak.

Baca juga  Tangis Haru Warnai Pemberangkatan Jemaah Calon Haji Rombongan Cilacap

“Akibat banjir berdampak pada produktivitas dan kualitas hasil panen, bahkan padi yang di bawah umur 60 hari terancam puso, dan wilayah yang mulai surut sudah mulai panen, terlihat ada yang pakai rakit, hanya saja kualitas gabahnya bisa menghitam karena jamur,” ujar Mlati, Jumat (25/3/2022).

Menurutnya, dari enam kecamatan yang terdampak dengan luas lahan 979 hektar, ada sekitar 500 hektar yang diperkirakan rusak, padahal siap panen. Jika dihitung dengan rata-rata produksi 6 ton perhektar, berarti ada sebanyak 3 ribu ton padi yang rusak, sehingga berdampak pada target produksi padi sekitar 0,3 persen.

Baca juga  Perusahaan asal Korea Investasi Rp142 Triliun di Batang

“Yang terdampak banjir, kualitasnya rendah padahal penen tahun ini sebenarnya bagus. Yang kemarin sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp4.200 kini sudah turun sekitar Rp4.100, apa lagi kondisi kebanjiran harganya bisa jatuh, minimal bisa dikonsumsi sendiri,” ujarnya.

Sedangkan, untuk persemaian padi yang terdampak yakni di empat kecamatan yaitu Nusawungu, Binangun, Adipala, dan Bantarsati dengan luas persemaian sekitar 40 hektar. Sehinga luas tanam area sawah yang terdampak hingga 800 hektar dari perhitungan semaian 1 hektar untuk 20 hektar luas tanam. Hal ini berakibat mundurnya masa tanam bagi wilayah terdampak.

Baca juga  KPU Banjarnegara, Sosialisasikan Tahapan Pemilu ke Parpol

“Kami masih menunggu data puso akibat kebanjiran ini dari pengamat organisme pengganggu tanaman, itu yang bisa menetukan puso dan tidaknya, nanti akan kami gunakan sebagai dasar mengajukan permohonan bantuan benih kalau bisa dari APBD Kabupaten, kalau di Dinas Pertanian kebetulan tahun ini sedang tidak ada bantuan benih. Kami akan mengajukan bantuan benih ke Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini