
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Kabar 26 bus dari Banyumas menuju Jakarta untuk mengangkut massa aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI dipastikan hoaks. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas memastikan tidak menemukan pergerakan rombongan bus maupun persiapan keberangkatan seperti yang beredar di media sosial.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Omar Udaya mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Petugas menyisir sejumlah perusahaan otobus (PO) di wilayah Banyumas.
Omar mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan tidak ada bus yang disewa atau disiapkan untuk membawa massa dari Banyumas menuju Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
“Sudah, Kepala Bidang Angkutan & Keselamatan Dishub Kabupaten Banyumas cek ke PO (Perusahaan Otobus) di wilayah Banyumas, tidak ada. Koordinasi kami ke aparat terkait juga tidak menemukan kebenaran info tersebut,” kata Omar Udaya, Rabu (25/08/2026).
Pemeriksaan terhadap jajaran pengelola PO di Banyumas juga tidak menemukan transaksi penyewaan bus maupun persiapan armada untuk keberangkatan rombongan ke Jakarta.
Dengan demikian, informasi mengenai 26 armada bus dari Banyumas yang disebut akan berangkat ke Jakarta tidak sesuai dengan hasil pengecekan di lapangan.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi turut membenarkan hasil pengecekan tersebut. Ia memastikan tidak ada pergerakan bus dari Banyumas sebagaimana informasi yang beredar.
Petrus juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Banyumas tidak ada. Jadi dipastikan hoaks,” kata Kombes Petrus.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas isu yang berkembang di media sosial terkait keberangkatan puluhan bus dari Banyumas menuju Jakarta.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Dishub Banyumas bersama Polresta Banyumas tetap meningkatkan pemantauan di lapangan.
Petugas juga terus berkoordinasi dengan penyedia jasa angkutan umum di wilayah Banyumas. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi transportasi tetap terpantau sekaligus mencegah penyebaran informasi yang tidak benar.
Masyarakat diimbau mengutamakan informasi dari sumber resmi dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan kabar terkait keberangkatan massa atau pergerakan bus dari Banyumas ke Jakarta.