
SERAYUNEWS- Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, meninjau langsung lokasi Jembatan Gantung Garuda di Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Senin (12/1/2026).
Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan rencana renovasi jembatan vital tersebut berjalan sesuai standar teknis dan kebutuhan masyarakat.
Jembatan yang sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Stanmelo itu saat ini masih berada pada tahap perencanaan renovasi. Keberadaannya dinilai sangat penting sebagai penghubung aktivitas warga, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat desa di sekitarnya.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Danrem 072/Pamungkas didampingi Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, serta jajaran pemerintah daerah, di antaranya Kadis PUPR Wonosobo Nurudin Ardiyanto, Kadisdagkop UKM Achmad Fathoni, Staf Ahli Bupati Wonosobo Yusuf Hariyanto, dan Kepala Desa Kalidadap Wahono.
Brigjen TNI Bambang Sujarwo menegaskan bahwa proses pembangunan harus memperhatikan efektivitas waktu, standar keselamatan, serta spesifikasi teknis sesuai ketentuan PUPR. Ia meminta agar seluruh tahapan pengerjaan dilakukan secara terukur dan profesional.
“Jembatan ini harus benar-benar aman dan layak digunakan. Spesifikasi teknis serta denah pembangunan wajib mengacu pada standar PUPR agar manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang,” tegas Danrem.
Selain konstruksi jembatan, Danrem juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai di sekitar lokasi pembangunan.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mencegah potensi gangguan terhadap konstruksi jembatan dan keselamatan warga di masa mendatang.
Sementara itu, di lokasi lain wilayah Wonosobo, pengerjaan Jembatan Gantung Garuda sepanjang 90 meter terus dikebut oleh personel Kodim 0707/Wonosobo bersama warga, meski harus bekerja di tengah hujan dan hari libur (11/1/2026).
Jembatan tersebut melintasi Sungai Begaluh dan akan menghubungkan Dusun Klilin, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, dengan Dusun Pagentan, Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar. Akses ini diharapkan mampu memangkas jarak tempuh warga dan mempermudah mobilitas sosial serta ekonomi masyarakat.
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno menyampaikan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan.
“Program ini menjadi wujud nyata kehadiran TNI AD dalam membantu masyarakat, terutama untuk mendukung aktivitas warga dan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Program Jembatan Gantung Garuda sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, yang berfokus pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Kepala Desa Sindupaten, Kukuh Zubaidi, mengaku bangga dan terharu melihat semangat prajurit TNI yang tetap bekerja meski cuaca tidak bersahabat.
“Hujan dan panas tidak menyurutkan semangat mereka. Ini bukti nyata pengabdian TNI kepada rakyat,” ungkapnya.
Kepala Desa Kalidadap, Wahono, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian Danrem 072/Pamungkas dan jajaran TNI. Ia berharap pembangunan Jembatan Gantung Garuda segera direalisasikan dan dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh masyarakat.
Dengan sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Wonosobo diharapkan berjalan lancar dan menjadi penopang utama mobilitas serta kesejahteraan warga di wilayah pedesaan.