
SERAYUNEWS- Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kabupaten Wonosobo terus menunjukkan progres signifikan.
Proyek infrastruktur strategis yang berada di bawah pengawasan Kodim 0707/Wonosobo itu kini telah memasuki tahap pemasangan tiang pancang.
Ini menandai babak penting dalam percepatan penyelesaian jembatan penghubung antarwilayah tersebut, Senin (5/1/2026).
Jembatan gantung sepanjang 90 meter ini dibangun melintasi Sungai Begaluh dan akan menjadi akses utama yang menghubungkan Dusun Klilin, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, dengan Dusun Pagentan, Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar.
Selama ini, warga di dua wilayah tersebut harus menempuh jalur memutar dan berisiko, terutama saat debit sungai meningkat pada musim hujan.
Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan pembangunan jembatan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
Menurutnya, Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar proyek fisik, melainkan sarana vital yang menunjang kelancaran aktivitas warga, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.
“Kami terus mengoptimalkan pengerjaan agar jembatan ini bisa segera selesai dan dimanfaatkan masyarakat. Akses yang aman dan layak sangat dibutuhkan warga untuk aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelajar dan pelaku usaha kecil,” ujar Yoyok.
Keberadaan jembatan gantung ini dinilai sangat strategis, terutama bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur penyeberangan sederhana.
Saat musim hujan, arus Sungai Begaluh kerap menyulitkan mobilitas warga dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Dengan dibangunnya jembatan tersebut, jarak tempuh antarwilayah akan menjadi lebih singkat dan aman.
Warga diharapkan dapat mengangkut hasil pertanian dengan lebih mudah, sementara anak-anak sekolah tidak lagi harus menghadapi risiko saat menyeberangi sungai.
Letkol Yoyok menjelaskan, pembangunan Jembatan Gantung Garuda Wonosobo merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat yang berfokus pada penguatan infrastruktur pedesaan.
Program ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah dalam membuka keterisolasian wilayah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
“Ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam mendukung mobilitas masyarakat pedesaan. Kami ingin memastikan aktivitas warga dapat berjalan lebih lancar, aman, dan produktif,” tegasnya.
Selain menjadi program TNI AD, pembangunan jembatan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang saat ini terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa.
Program pembangunan jembatan gantung di berbagai daerah dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat konektivitas antarwilayah, memperkuat akses transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.
Pemerintah daerah dan aparat TNI berharap keberadaan Jembatan Gantung Garuda mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal. Akses yang lebih baik diyakini akan memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat interaksi sosial antarwilayah.
Selain itu, peningkatan infrastruktur juga diharapkan dapat menekan angka putus sekolah akibat keterbatasan akses dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di wilayah sekitar.
Pembangunan jembatan gantung ini juga menjadi simbol sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan.
Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dengan terus berlanjutnya pengerjaan hingga tahap pemasangan tiang pancang, masyarakat optimistis Jembatan Gantung Garuda Wonosobo dapat segera rampung dan menjadi sarana vital yang memperkuat konektivitas serta kesejahteraan warga di Kabupaten Wonosobo.