
SERAYUNEWS – Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh Devtama Reihan Saputra, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Meski berstatus sebagai pendatang baru, Devtama sukses memboyong dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi “Call For Paper Kompetisi Artikel dan Presenter #2 Tingkat Nasional Tahun 2026”. Kompetisi skala nasional tersebut digelar secara daring oleh Universitas Ahmad Dahlan pada 8 April hingga 12 Mei 2026 lalu.
Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa angkatan 2024 ini berhasil mengamankan gelar Juara 2 Kategori Presenter Terbaik Subtema Teknologi Kelas C. Tak berhenti di situ, ia juga sukses dinobatkan sebagai peraih Harapan 1 Kategori Artikel Terbaik pada subtema yang sama.
Keberhasilan ini terasa sangat monumental bagi Devtama. Pasalnya, ini adalah kali pertama dirinya terjun ke dunia kompetisi akademik dan langsung membuahkan hasil yang impresif.
“Saya sangat senang, karena ini perlombaan karya ilmiah pertama saya dan saya langsung mendapatkan juara dalam perlombaan tersebut bahkan 2 kategori sekaligus,” ungkap Devtama saat menceritakan kesannya.
Ia menambahkan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan buah dari proses bimbingan yang matang dan komprehensif.
“Saya berterimasih kepada ibu kaprodi yang telah membimbing saya dengan sabar dan penuh semangat, serta ide ide yang cemerlang serta ilmu yang sangat komprehensif. Proses yang sangat intensif ini memotivasi saya untuk meraih prestasi sebaik mungkin,” ungkapnya.
Keberhasilan Devtama tentu tidak lepas dari peran penting Dr. Ir. Juanita, S.T., M.T., ACPE., selaku Kepala Program Studi Teknik Sipil sekaligus dosen pembimbingnya. Dr. Juanita menjelaskan bahwa proses pembinaan dilakukan secara total, mulai dari perumusan ide awal hingga tahap finalisasi.
“Sebagai dosen pembimbing dalam kompetisi penulisan artikel tingkat nasional, peran saya adalah sebagai fasilitator dan mentor yang mendampingi mahasiswa sejak tahap penyusunan kerangka artikel, penguatan metodologi, sampai pada proses penyuntingan naskah sebelum dikirimkan,” jelas Dr. Juanita.
Beliau juga memastikan bahwa artikel yang dilombakan tidak sekadar memenuhi kaidah ilmiah formal, tetapi juga menawarkan unsur kebaruan (novelty), relevansi, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan material infrastruktur yang berkelanjutan.
Seluruh rangkaian persiapan hingga kompetisi berlangsung dikonfirmasi berjalan mulus tanpa kendala berarti. Strategi pendampingan dilakukan secara fleksibel dan adaptif, memanfaatkan kombinasi pertemuan tatap muka, diskusi daring via Google Meet, hingga evaluasi naskah secara berkala melalui email.
Bagi Dr. Juanita, kompetisi tingkat nasional seperti ini bukan sekadar ajang berburu piala, melainkan wadah ideal untuk mengasah ketajaman berpikir kritis, kemampuan analisis, serta keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa. Pengalaman berharga ini diyakini akan menjadi modal kuat bagi mahasiswa, baik untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi maupun saat memasuki dunia profesional.
Dr. Juanita menyelipkan pesan motivasi yang kuat agar seluruh mahasiswa UMP tidak ragu untuk menggali dan menguji potensi diri mereka.
“Jangan takut gagal karena setiap proses selalu ada pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya. Prestasi memang dapat menjadi suatu kebanggaan tetapi keberanian untuk memulai, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar jauh lebih penting,” pesannya .
Melalui capaian ini, beliau berharap para mahasiswa lainnya dapat termotivasi untuk terus berkarya, memupuk rasa percaya diri, dan menjadikan setiap kompetisi sebagai batu loncatan untuk membentuk pribadi yang unggul dan berdaya saing.