
JAKARTA, SERAYUNEWS— Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Titik utama demonstrasi berada di depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat. Aksi tersebut diikuti sedikitnya empat kelompok dengan tuntutan yang berbeda, mulai dari pengesahan RUU Perampasan Aset hingga persoalan harga kebutuhan pokok.
Dikutip dari berbagai sumber, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) — mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, hukuman mati bagi koruptor, dan penuntasan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Pati Sudewo. Koordinator lapangan memastikan aksi akan berlangsung damai.
Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) — akan bergerak menuju Senayan setelah berkumpul di kantor DPRD Kota Depok. Kelompok ini membawa tiga tuntutan, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset, hukuman mati bagi koruptor, serta penurunan harga kebutuhan pokok.
Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) — membawa agenda yang lebih luas. Aksi yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB itu diperkirakan melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa dan masyarakat sipil dengan mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia.
GERAM membawa 10 tuntutan yang mencakup sejumlah persoalan sosial dan kebijakan publik. Di antaranya evaluasi program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG), penolakan kebijakan pajak yang dinilai membebani masyarakat, pendidikan dan kesehatan gratis, kenaikan upah buruh, perlindungan pekerja rumah tangga, penghentian kriminalisasi aktivis, serta penyitaan aset hasil korupsi. GERAM juga meminta pimpinan DPR hadir dan berdialog langsung dengan massa.
Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) — membawa agenda yang berbeda. Kelompok tersebut menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG, sekaligus meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya.
Konsentrasi massa di kawasan Gedung DPR/MPR RI berpotensi berdampak terhadap arus lalu lintas di sekitar Senayan dan Jalan Gatot Subroto. Pengendara yang tidak memiliki kepentingan di kawasan tersebut disarankan mempertimbangkan jalur lain dan memantau rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara situasional oleh kepolisian.
Sejumlah jalur yang dapat dipertimbangkan antara lain rute Sudirman–KH Mas Mansyur–Tomang Raya bagi kendaraan dari arah Semanggi menuju Slipi atau Tomang. Pengendara menuju Jakarta Timur dapat mempertimbangkan HR Rasuna Said–Casablanca–Kampung Melayu.
Sementara dari Slipi menuju Senayan atau Jakarta Selatan, pengguna jalan dapat melalui Palmerah–Tentara Pelajar–Permata Hijau–Kebayoran Lama. Untuk perjalanan dari Jakarta Barat menuju Jakarta Selatan, rute Tomang–Palmerah–Tentara Pelajar–Kebayoran Lama dapat menjadi pilihan.
Bagi kendaraan dari arah selatan menuju Jakarta Pusat, alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah MT Haryono–Cikini–Salemba atau HR Rasuna Said–Prof. Dr. Satrio–Casablanca–Menteng. Jalur tersebut merupakan alternatif berdasarkan pola rekayasa lalu lintas yang digunakan dalam aksi sebelumnya, sehingga kondisi di lapangan tetap dapat berubah.
Kepolisian menyiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun pergerakan massa. Rekayasa dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan jumlah massa dan kondisi di sekitar lokasi aksi.
Masyarakat yang hendak melintas di kawasan Senayan dan Jalan Gatot Subroto pada Kamis (27/8/2026) diimbau memantau perkembangan situasi serta menyesuaikan perjalanan. Pengguna kendaraan juga disarankan menghindari kawasan Gedung DPR/MPR RI apabila tidak memiliki kepentingan agar tidak terjebak kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung. (faradian yusi)