
SERAYUNEWS – Upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat. Rutan Kelas IIB Banyumas menggelar skrining Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (2/4/2026).
Sebanyak 40 WBP mengikuti kegiatan ini sebagai langkah deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan rutan yang memiliki risiko penularan lebih tinggi.
Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama antara Rutan Kelas IIB Banyumas dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Banyumas.
Sinergi ini memastikan pelayanan kesehatan bagi WBP berjalan optimal dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan tentang HIV, meliputi cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya pola hidup sehat selama menjalani masa pembinaan.
Setelah itu, peserta mengikuti sesi konseling individu secara profesional dengan menjunjung tinggi kerahasiaan. Tahap akhir berupa tes HIV dilakukan oleh tenaga medis sesuai prosedur standar.
Perwakilan tim skrining dari Puskesmas Banyumas, Gigi Kartikawati, menegaskan pentingnya kegiatan ini.
“Skrining VCT HIV ini sangat penting karena memungkinkan deteksi dini terhadap HIV. Dengan mengetahui kondisi sejak awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sehingga dapat menekan risiko penularan di lingkungan rutan yang memiliki tingkat interaksi tinggi,” katanya.
Salah satu WBP berinisial W (45) mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya skrining ini. Selain bisa mengetahui kondisi kesehatan kami, kami juga mendapatkan pengetahuan yang sangat bermanfaat tentang HIV serta bagaimana cara mencegahnya. Ini sangat membantu kami untuk lebih peduli terhadap kesehatan,” ujarnya.
Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Sigit Purwanto, menegaskan bahwa skrining ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan kesehatan bagi WBP.
“Pelaksanaan skrining VCT HIV ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam memastikan warga binaan mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang layak. Kami tidak hanya fokus pada pembinaan dari sisi kepribadian dan kemandirian, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga,” kata dia.
Ia menambahkan, pihak rutan akan terus memperkuat kolaborasi dengan instansi terkait untuk menghadirkan program kesehatan preventif yang berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan ini, WBP diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, mengenali risiko penyakit menular, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.