
PURWOKERTO, SERAYUNEWS-Pelaksanaan visitasi International Council for Open and Distance Education (ICDE) Quality Review di Universitas Terbuka (UT) Purwokerto memasuki hari kedua (9/7/2026) dilaksankan dengan rangkaian kegiatan penguatan konsep jarak jauh. Kegiatan terdiri dari dialog internal, evaluasi layanan, serta pameran karya mahasiswa.
Kegiatan hari kedua diawali dengan diskusi bersama staf UT Purwokerto. Sebelum sesi diskusi berlangsung, Dr. Sanjaya Mishra bersama tim reviewer terlebih dahulu berkenalan dengan seluruh staf. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan terbuka, menjadi ruang bagi staf untuk menyampaikan berbagai pengalaman dalam memberikan layanan kepada mahasiswa.
Dalam diskusi tersebut, dibahas sejumlah kekuatan, kelemahan, tantangan, serta solusi yang dihadapi UT Purwokerto dalam penyelenggaraan layanan pendidikan terbuka dan jarak jauh. Forum ini menjadi bagian penting dalam proses review, karena memperlihatkan bagaimana UT Purwokerto membangun budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam menjaga mutu layanan.
Usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi singkat. Dr. Sanjaya didampingi Dr. Prasetyarti Utami, S.Si, M.Si selaku Direktur UT Purwokerto mengunjungi Student Work Exhibition yang digelar sebagai bagian dari rangkaian visitasi ICDE.
Kedatangan Dr. Sanjaya di area pameran disambut dengan penampilan tari tradisional Sekar Gadung Banyumas. Tarian yang berakar dari tradisi Lengger Banyumas tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada tim reviewer. Penyambutan juga semakin meriah dengan kehadiran Bawor, tokoh khas Banyumas yang menjadi ikon keramahan dan identitas masyarakat setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Dr. Sanjaya bersama tim berkeliling melihat berbagai karya mahasiswa UT Purwokerto. Pameran menampilkan beragam karya, mulai dari lukisan, produk UMKM, kerajinan tangan, hingga karya kreatif lainnya. Karya-karya tersebut berasal dari mahasiswa SALUT Jenderal Soedirman, SALUT Wijaya Kusuma, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), serta mahasiswa UT Purwokerto lainnya.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah kerajinan tangan milik Dwi Retno Anggraeni, mahasiswa disabilitas UT Purwokerto. Ia menampilkan berbagai produk craft, seperti gantungan kunci, mainan anak berbentuk buah-buahan, serta beragam karya kreatif lainnya. Kehadiran karya tersebut menunjukkan bahwa UT Purwokerto memberikan ruang yang inklusif bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang dan menunjukkan potensi terbaiknya.

Kunjungan ke Student Work Exhibition diakhiri dengan kunjungan ke stan batik. Pada kesempatan tersebut, Dr. Sanjaya tidak hanya melihat proses pembuatan batik, tetapi juga mencoba membatik secara langsung. Ia turut bertanya mengenai bahan lilin atau malam yang digunakan dalam proses membatik.
Melalui rangkaian kegiatan hari kedua visitasi ICDE ini, UT Purwokerto menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan terbuka dan jarak jauh yang berkualitas, inklusif, serta dekat dengan nilai budaya lokal. Diskusi bersama staf, evaluasi layanan, dan pameran karya mahasiswa menjadi bukti bahwa UT Purwokerto terus mendorong peningkatan mutu melalui kolaborasi, kreativitas, dan keterbukaan terhadap proses penilaian internasional.