Sabtu, 29 Januari 2022

Dialokasikan untuk 1711 KK, Operasi Pasar Minyak Goreng Digelar di 20 Desa di Purbalingga

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) melepas pelaksanaan OP Minyak Goreng di 20 desa di 4 kecamatan, di Pendapa Dipokusumo, Rabu (5/1/2022). (Joko Santoso)

Pemkab Purbalingga melalui Dinas Perindustrian danPerdagangan (Disperindag) menggelar Operasi Pasar (OP) Minyak Goreng. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 20 desa di empat kecamatan dengan 1711 Kepala Keluarga (KK) sebagai sasaran.


Purbalingga, Serayunews.com

“Operasi Pasar ini dilaksanakan dalam rangka mengatasi kenaikan harga minyak goreng di wilayah  djateng termasuk Purbalingga. Kebijakan ini diambil karena saat ini harga minyak goreng naik hingga Rp 20 ribu/liternya,” kata Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat Pelepasan OP Minyak Goreng di Pendapa Dipokusumo, Rabu (5/1/2022) pagi.

Baca juga  Begini Cara Peroleh Kartu Untuk Naik Bus Trans Banyumas

Bupati Tiwi juga menyampaikan minyak goreng menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Kenaikan ini akan berdampak kepada masyarakat terutama masyarakat menengah dan bawah.Pemerintah harus hadir dan berperan agar harga minyak bisa stabil. Intervensi dan operasi minyak bisa menstabilkan harga harapannya. “OP dilaksanakan di empat kecamatan masing-masing Bukateja, Kejobong, Karanganyar dan K utasari. Menyasar desa yang tingkat kemiskinan di masing-masing desa tinggi atau desa merah,” terangnya.

Sementara Kepala Disperindag Purbalingga Johan Arifin menjelaskan sebanyak  3.422 liter minyak goreng dijual dengan harga Rp 14.000/liter kepada  1.711 KK. Dia memaparkan alokasi kecamatan  Bukateja, 1.026 sebanyak  liter untuk 513 KK. Sedangkan di Kecamatan Karanganyar 988 liter untuk 494 KK, Kecamatan Kutasari sebanyak  540 liter untuk 270 KK dan Kecamatan Kejobong sebanyak 868 liter untuk  434 KK. “OP ini merupakan kerjasama Dinperindag Purbalingga  dengan Dinperindag Pemprov Jateng,” tuturnya.

Baca juga  Ngapain Akhir Pekan Ini? Datang Saja ke Bazar Art Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga

Tujuan OP adalah untuk  meringankan beban pengeluaran khususnya bagi rumah tangga kurang mampu akibat naiknya beberapa  komoditas bahan kebutuhan masyarakat. Selain telah bekerjasama dengan  Dinperindag Prop Jateng, pihaknya juga sedangn berkoordinasi dengan Perum Bulog Subdrive Banyumas dan Purbalingga  untuk kemungkinan penyelenggaraan Operasi Pasar di beberapa lokasi lainnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini