
SERAYUNEWS – Kecelakaan tunggal melibatkan truk tangki pengangkut limbah non B3 terjadi di Jalan Tentara Pelajar, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (12/3/2026) dini hari.
Kendaraan tersebut menabrak trotoar dan pondasi jembatan rel kereta api sebelum akhirnya terperosok ke saluran irigasi di sisi jalan.
Peristiwa ini diduga terjadi karena sopir mengantuk saat melintas di ruas jalan yang memiliki tikungan tajam.
Insiden kecelakaan terjadi di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Parakancanggah, Banjarnegara, sekitar pukul 01.45 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk tangki tersebut melaju dari arah barat menuju timur. Saat melintasi lokasi kejadian yang memiliki tikungan cukup tajam, kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya kehilangan kendali.
Akibatnya, truk menghantam pembatas trotoar dan pondasi jembatan bekas rel kereta api sebelum akhirnya terperosok ke saluran irigasi di tepi jalan.
Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fensi Susanto melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Banjarnegara Ipda Muhammad Afgan Fanani menjelaskan bahwa saat kecelakaan terjadi, truk tangki dalam kondisi kosong.
“Dari keterangan pengemudi, truk baru saja melakukan perjalanan dari Kabupaten Cilacap dan hendak kembali ke Jawa Timur. Diduga pengemudi kelelahan dan mengantuk sehingga kehilangan kendali,” katanya.
Pengemudi truk diketahui bernama Riswantoro (48), warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia mengalami luka akibat kecelakaan tersebut dan harus menjalani perawatan di RSU Banjarnegara.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut sempat menyebabkan kemacetan di jalur utama Banjarnegara. Arus lalu lintas tersendat karena proses evakuasi kendaraan berukuran besar yang cukup sulit dilakukan.
Petugas Satlantas Polres Banjarnegara bahkan sempat menutup sementara akses jalan utama saat proses evakuasi berlangsung.
Langkah tersebut diambil untuk mencegah kemacetan yang lebih parah, mengingat volume kendaraan pada pagi hari mulai meningkat.
Proses evakuasi truk tangki juga mengalami sejumlah kendala teknis. Posisi kendaraan berada di saluran irigasi, sementara kondisi jalan di lokasi kejadian cukup menikung.
Selain itu, keberadaan jaringan kabel serta struktur jembatan bekas rel kereta api turut menyulitkan proses penarikan kendaraan.
“Kami terpaksa menutup sementara jalur utama agar evakuasi bisa berjalan lancar. Jika tidak, kemacetan bisa semakin panjang karena arus kendaraan mulai padat,” katanya.
Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi kendaraan setelah melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.