
CILACAP, SERAYUNEWS – Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Kabupaten Cilacap membagikan 20 ton beras gratis kepada 2.000 nelayan kecil dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Bantuan tersebut disalurkan di Lapangan Kompleks Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap. Setiap nelayan penerima mendapatkan satu paket berisi 10 kilogram beras.
Ketua SNI Cilacap Edy Santoso mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap nelayan kecil, terutama di tengah kondisi paceklik dan cuaca yang membuat aktivitas melaut tidak selalu berjalan normal.
Pembagian bantuan dilakukan SNI bersama PPS Cilacap sebagai bagian dari kegiatan kepedulian terhadap masyarakat nelayan di Kabupaten Cilacap.
“Di hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2026, SNI berkolaborasi dengan PPS Cilacap memberikan hadiah besar sekali buat nelayan masyarakat Cilacap,” ujarnya, melalui Koordinator SNI Cilacap, Agustina.
Agustina menegaskan bantuan tersebut diberikan kepada 2.000 nelayan. Setiap penerima mendapatkan satu paket berisi 10 kilogram beras.
“Jumlah 2.000 paket beras, satu paket 10 kilo dengan beras mutu yang bagus untuk 2.000 nelayan,” ujarnya.
Dengan jumlah tersebut, total beras yang disalurkan mencapai 20.000 kilogram atau 20 ton.
Menurutnya, nelayan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, kesejahteraan nelayan kecil perlu mendapatkan perhatian.
“Karena nelayan ini suatu aset negara memperkuat ketahanan pangan dan semoga mereka sejahtera terus, dapat perhatian, suatu wujud kepedulian dan perhatian kepada mereka,” ungkapnya.
SNI menilai kondisi nelayan kecil saat ini cukup berat. Sejumlah nelayan mengalami penurunan hasil tangkapan, sementara sebagian lainnya memilih tidak melaut karena kondisi cuaca.
“Paceklik. Kondisi sekarang khususnya untuk nelayan kecil lagi musim paceklik. Banyak yang tidak bisa melaut karena faktor cuaca juga. Itu hasil tangkapannya berkurang,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat penghasilan sebagian keluarga nelayan ikut terdampak. Bantuan beras diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
SNI juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada nelayan kecil, terutama ketika kondisi cuaca menyebabkan aktivitas melaut terganggu.
“Semoga nelayan tambah sejahtera, hasil laut berlimpah, dan ada perhatian dari pemerintah terhadap khususnya nelayan-nelayan kecil,” katanya.
Kepala PPS Cilacap Mahrus mengatakan pembagian beras tersebut merupakan bagian dari kegiatan Bakti Nelayan yang digelar melalui kolaborasi PPS Cilacap dan SNI.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian para pelaku usaha yang tergabung dalam SNI terhadap masyarakat nelayan di sekitar PPS Cilacap.
Mahrus berharap bantuan tersebut memberikan manfaat bagi nelayan dan keluarganya.
“Ini menjadi bagian dari yang bermanfaat buat para nelayan yang ada di sekitar Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Kami ucapkan terima kasih banyak untuk SNI sebagai mitra yang ada di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap,” imbuhnya.
Salah seorang penerima bantuan, Siswoyo, nelayan asal PPS Cilacap, mengaku bersyukur mendapatkan paket beras tersebut.
“Ya alhamdulillah merasa terbantu. Dapat 10 kilo,” kata Siswoyo.
Menurutnya, sebagian nelayan masih tetap melaut meski kondisi cuaca memasuki musim angin. Namun, hasil tangkapan tidak selalu maksimal.
“Cuaca untuk sementara ini memang lagi musim angin. Jadi, nelayan yang aktif tetap melaut untuk cari ikan, meski hasilnya tidak banyak tapi banyak juga yang libur,” ujarnya.
Nelayan lainnya, Dirsun, mengatakan dirinya kini sudah jarang melaut karena kondisi cuaca. Situasi tersebut berdampak terhadap penghasilan keluarganya.
“Untuk sekarang lagi pailit masalahnya. Ya alhamdulillah banget adanya bantuan beras ini,” ujar Dirsun.
Ia mengapresiasi bantuan dari SNI karena dapat membantu mengurangi beban kebutuhan keluarga di tengah kondisi paceklik.
“Terima kasih sekali adanya pembagian ini dari SNI untuk meringankan beban keluarga, jadi sangat membantu nelayan kecil seperti kami,” katanya.
Bantuan 20 ton beras gratis tersebut disambut antusias para nelayan penerima. Di tengah musim paceklik dan cuaca yang membuat aktivitas melaut tidak menentu, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus meringankan beban ekonomi nelayan kecil di Cilacap.