Selasa, 24 Mei 2022

Dikepung Banjir, Warga Nusawangkal Nusawungu Gelar Hajatan Pernikahan

Warga Nusawangkal Nusawungu Cilacap saat melangsungkan pesta pernikahan di tengah kepungan banjir (Ulul Azmi)

Banjir hingga satu meter yang merendam wilayah Nusawungu Cilacap, Rabu (16/3) tak surutkan niat warga di Desa Nusawangkal Kecamatan Nusawungu tetap melangsungkan pesta hajatan pernikahan meski di tengah kepungan banjir.


Nusawungu, serayunews.com

Adalah Muhadi alias Simuh (60) warga RT 01 RW 03 Dusun Nusadadi Desa Nusawangkal Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap, tetap melangsungkan pesta hajatan pernikahan putri bungsunya meskipun masih dalam suasana banjir.

Meski kondisi banjir dengan ketinggian mulai dari 70 hingga 1 meter di wilayah Nusawungu, para tamu undangan tetap hadir dan harus rela basah kuyup serta tak bisa duduk di bawah tenda/tratag sebab lokasi hajatan terendam banjir, sehingga tamu undangan hanya bisa berdiri atau duduk di teras rumah yang lebih dangkal.

Baca juga  Update! H-2 Lebaran, Jalur Mudik Lintas Selatan Cilacap Tambah Padat, Antrean 1 Km

Muhadi mengaku terpaksa menggelar hajatan karena ribuan undangan terlanjur disebar serta tratag maupun panggung hiburan sudah terpasang sebelum banjir genangi rumahnya.

“Undangan sudah disebar terus air datang, jadi tidak bisa dibatalkan, kecuali seminggu atau beberapa hari sebelumnya, jadi hajatan terpaksa tetap jalan,” ujar Muhadi saat ditemui di tempatnya, Rabu (16/3/2022).

Menurutnya, air banjir mulai merendam rumahnya pada Selasa (15/3) dini hari saat bersamaan dengan hujan deras sejak Senin malam. Padahal tratag dan dekorasi hajatan sudah dipersiapkan sejak hari Minggu sebelumnya.

Baca juga  Melihat Keceriaan Anak Yatim Bebas Memilih Baju Lebaran di Toserba Kroya

“Hujan deras dari jam delapan malam sampai tujuh sore, air terus naik pada Selasa pagi, kita semua ribut di belakang, panik, cari untuk tempat kompor agar bisa masak dan tidak terendam,” ujarnya.

Menurutnya, banjir kali ini adalah yang paling tinggi dari tahun tahun sebelumnya, maski sehari tidak hujan, namun debit air nampak tak kunjung surut karena lokasi tersebut merupakan dataran rendah.

Muhadi berharap para tamu undangan bisa memakluminya dan acara ijab kabul prosesi penikahan putri bungsunya, serta acara jejeran berjalan dengan lancar.

Baca juga  Mantap, Liburan Lebaran Bangkitkan Sektor UMKM dan Pariwisata di Purbalingga

“Harapannya semoga langgeng, Diana sama Anam, Walaupun pernikahan agak susah saya minta yang jembar pemikirannya,” harapnya.

Tak hanya rumah Muhadi yang terendam banjir, di Wilayah Kecamatan Nusawungu tersebar di enam desa, ada ratusan rumah terdampak banjir, bahkan sebagian air merendam isi rumah. Selain itu, sejumlah warga memilih untuk mengungsi ke tempat saudaranya.

Berita Terkait

Berita Terkini