
SERAYUNEWS-Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara menegaskan dukungan pemanfaatan teknologi drone dalam pertanian berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Adi mengatakan, sesuai dengan program penggunaan tekhnologi dalam pertanian merupakan satu langkah maju untuk mendukung program ketahanan pangan, termasuk pemanfaatan drone untuk membasmi hama dan pemupukan.
Penggunaan tekhnologi drone ini merupakan komitmen bersama antara pemerintah dan industri pestisida untuk merumuskan kebijakan pengelolaan pestisida yang memenuhi standar mutu, aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
“Tentu saja pemanfaatan teknologi seperti drone ini juga untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman secara berkelanjutan,” katanya, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, harmonisasi dengan penggunaan tekhnologi ini menjadi kunci agar penggunaan pestisida tidak hanya efektif bagi hasil pertanian, tetapi juga tetap memperhatikan aspek keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
“Pemerintah telah mengatur pendaftaran pestisida melalui Permentan Nomor 43 Tahun 2019. Setiap pestisida wajib didaftarkan dan memperoleh izin sebelum diedarkan,” katanya.
Dengan begitu, penggunaan drone ini dinilai sangat efektif, serta memberikan perlindungan terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. Sebab pemupukan maupun penggunaan pestisida untuk pemberatnasan hama lebih cepat.
“Saat ini, kami ada 5 drone yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian, bisa untuk pemupukan, penyemprotan pestisida, hingga penyemprotan untuk membasmi tanaman pengganggu atau gulma,” ujarnya.
Dikatakannya, drone disebut sebagai salah satu alat mesin pertanian modern yang telah diberikan pemerintah melalui program Brigade Pangan, dan keberadaannya dinilai sangat dibutuhkan di wilayah terasering maupun lahan luas.
Nantinya, drone ini akan dikelola oleh satgas pangan yang sudah tersebar di beberapa daerah, sehingga pemanfaatanya lebih maksimal dan dapat dilakukan secara massif, khususnya dalam penanganan hama penyakit.
Pemanfaatan drone ini menjadi langkah penting dalam memastikan penggunaan pestisida yang aman, bermutu, serta sejalan dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Pemanfaatan teknologi pertanian ini juga menjadi bagian dari kerangka nasional ketahanan pangan sekaligus merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menghadapi tantangan pertanian nasional.
Strategi itu mencakup peningkatan produktivitas, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta penerapan teknologi ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
“Jadi ini adalah program yang tepat untuk mendukung swasembada kita yang memperhatikan keamanan lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.