
CILACAP, SERAYUNEWS – Momen menegangkan terjadi di ruang ATM yang berada di kawasan SPBU, Jalan Tentara Pelajar, Desa Tritih Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Seorang bocah berusia lima tahun, RNI, mengalami jari tangan kanan terjepit pintu ATM hingga tak bisa dilepaskan.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/7) malam sekitar pukul 19.30 WIB saat korban ikut menemani ibunya, SA, mengambil uang di mesin ATM. Ketika sang ibu fokus bertransaksi, RNI diketahui bermain di sekitar pintu ruang ATM. Tanpa disadari, pintu otomatis menutup dan menjepit jari tangan kanan bocah tersebut.
Korban sontak menangis kesakitan. Upaya warga di sekitar lokasi untuk melepaskan jari korban tidak membuahkan hasil. Melihat kondisi tersebut, salah seorang warga segera menghubungi Pos Damkar Cilacap untuk meminta bantuan penyelamatan.
Tim Rescue Pos Damkar Cilacap tiba di lokasi sekitar pukul 19.40 WIB atau sekitar 10 menit setelah menerima laporan. Petugas langsung melakukan asesmen terhadap kondisi pintu ATM dan memastikan posisi jari korban agar proses evakuasi tidak memperparah cedera.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan petugas memilih memotong engsel bagian atas pintu setelah mempertimbangkan berbagai opsi penyelamatan.
“Tim terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap kondisi pintu dan posisi jari korban. Setelah dipastikan aman, petugas memotong engsel pintu bagian atas sehingga tekanan pada jari korban bisa dilepaskan tanpa menimbulkan risiko yang lebih besar,” ujar Gatot, Kamis (30/7/2026).
Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit. Berkat kerja cepat petugas, jari Rafael akhirnya berhasil dikeluarkan dari sela pintu dalam keadaan selamat.
Usai proses penyelamatan, korban langsung dibawa orang tuanya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak terjadi patah tulang maupun cedera serius akibat insiden tersebut.
Gatot mengungkapkan, kejadian ini menjadi perhatian bagi para orang tua agar selalu mengawasi anak-anak, terutama saat berada di fasilitas umum yang memiliki pintu otomatis maupun peralatan mekanis lainnya.
Menurutnya, respons cepat masyarakat yang segera menghubungi Damkar turut membantu proses penyelamatan sehingga korban dapat segera dievakuasi.
“Alhamdulillah proses penyelamatan berjalan lancar tanpa kendala. Kami mengimbau masyarakat agar segera menghubungi Damkar apabila menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penyelamatan, tidak hanya kebakaran tetapi juga evakuasi nonkebakaran seperti kejadian ini,” pungkasnya.